Stage-3 dan Mimpi-mimpi
Filed under: Catatan Anak Manusia, Cinta, Earning Online, Syukur
Hmm.. Stage-3. Mimpi itu selalu mesti dimulai, dirangkai, diimpikan, alias diniatkan dalam. Saat ini Rijal “in action 2008″ masih terfokus pada penyelesaian studi menggenapkan kelayakan menyandang gelar Bachelor of Applied Science. Gelar yang sampai hari ini entah akan disingkat apa, bahkan Rijal sendiri blom kebayang apa gelar ini mo dipakai ato ga.
Muhammad Rijal ARS, B.App.Sc. Huhahahahaha..
menikmati, ya sambil belajar untuk tetap dinikmati. Setiap detiknya biar menjadi ibadah.
Kita boleh bermimpi, dan Rijal masih punya banyak mimpi. Malam ini ada yang ingin diniatkan, Rijal ingin terjun di dunia adsense (setelah sebelumnya dibanned google). Rijal ingin punya penghasilan dari internet, mumpung masih disini yang akses internetnya lumayan relatif lebih cepat. Bismillah.
Rijal punya mimpi juga untuk mengembangkan Tasikmalaya, terlebih di bidang pertanian, koperasi, usaha kecil menengah juga sarana publik. Menjadi walikota Tasikmalaya rasa-rasanya bukan sesuatu yang muluk di era keterbukaan ini. Pasti bisa.
Perjalanan di negeri orang membuat Rijal banyak belajar, bersyukur, memahami, memaafkan. Segala tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar, Rijal masih ingin bermanfaat bagi sesama. Bismilah. Why???
Why???? Alasan itu harus selalu lebih kuat dari keinginan, hidup ini hanya sekali bahkan kita tak tahu kapan waktu kita kembali ke Yang Punya, Allah SWT. Bermimpi.. calon istriku, jalan ini akan mempertemukan kita kelak.. dengan mimpi-mimpi kita.
Segumpal Hening
Cape, iya. Selagi kita hidup selama itu cape akan selalu ada. Keberhasilan tidak dapat dicapai dengan leha-leha. Selalu ada perjuangan.
Sedih, iya kadang ada. Selama kita belum menyatakan kemerdekaan diri kita dengan apa-apa yang kita kerjakan pastilah sedih. Kita tidak bisa bekerja dengan hati tersiksa. Maka, berbahagialah.
Bersyukur dengan apa yang Allah berikan hari ini, niscaya Allah akan berikan yang lebih baik esok.
Bismillahi wal hamdulillah.. terima kasih ya Allah, atas sepotong gaji yang masuk ke rekeningku. Aku memang belum layak mendapatkan sepotong lainnya.. semoga ke depan aku makin bisa dekat, dan berserah padaMu.
Senja pun kuakhiri dengan senyuman.. tak mengapa, ini juga dari Allah..
Gito Rollies Meninggal Dunia
Innalillahi wa inna ilaihi raajiúun.
Segala puji hanya milik Allah SWT, Ia Yang Maha Kuasa menghidupkan dan mematikan makhlukNya. 28 Februari 2008, seorang yang saya hormati dan kagumi meninggal dunia. Ia dikenal sebagai Gito Rollies, atau Bangun Sugito.
Penyanyi yang beberapa tahun ke belakang tampilannya berubah, lebih elegan dengan keislamannya. Dan mengingatkan saya pada sosok Cat Steven atau Yusuf Islam yang juga idolanya bang Gito Rollies.
Berikut beberapa hal mengenai Gito Rollies. Adapun berita terkait ada di Pikiran-rakyat
Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT sbg balasan atas keimanan, keislaman dan amal shalihnya. Turut berduka cita.
Muhammad Rijal ARS.
Persib dan Pilgub Jabar 2008
PERSIB, pada masa jayanya sebagai juara Liga Indonesia I (1994-1995) telah berhasil mengangkat Bandung tercinta sampai ke level internasional. Tentu ini akan sangat membanggakan bagi para Bobotoh, begitu panggilan bagi para pendukung PERSIB yang ternyata bukan hanya warga Bandung. Buktinya saya orang Tasik cinta PERSIB.
Sebuah gambaran matematis. Jika stadion Siliwangi tak mampu lagi membendung kehadiran para Bobotoh, artinya jumlah bobotoh lebih dari 200.000 orang. Belum lagi yang nontonnya di rumah masing-masing, di kantor, atawa di sekretariat organisasi (BEM POLBAN, contohnya). Bahkan kalo boleh dibilang, tiap kali pertandingan kandang. Para bobotoh masih banyak terkapar di luar stadion alias tidak kebagian tempat.
Semoga ada pembaca budiman yang termasuk tim sukses pasangan calon Gubernur. Tentu menjadi menarik ini untuk disampaikan, bahwa penyediaan fasilitas yang layak dalam pembinaan generasi muda mesti jadi prioritas pula. Karena sejauh ini bobotoh PERSIB berasal hampir dari seluruh penjuru Jawa Barat yang artinya Kemenangan PERSIB sedianya merupakan kemenangan rakyat Jawa Barat (Setuju Barudakkk???). Jangan sekedar ngambil dari duit APBD anggarannya. Kalau bisa diupayakan, mari bangun PERSIB dengan manajemen yang lebih profesional. Sehingga PERSIB kelak tidak ngos-ngosan ngandelin dana APBD. Alokasi dana APBD harapannya bisa lebih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Begitu.
Rakyat sejahtera, PERSIB terawat, minat generasi muda tersalurkan dan akhirnya, para bobotoh bisa nonton PERSIB tampil melawan AC Milan lagi.. atau malah melawan PSV Eindhoven. Hidup PERSIB!!
foto dicomot dari: The Journal of Persib Bandung Today
Pertanian dan Kesejahteraan
Sebuah komentar dari Yusril Ihza Mahendra, kita butuh perubahan memang. Negeri ini perlu pemimpin dengan pandangan yang jauh ke depan dan mampu bertindak sedekat mungkin dengan realita yang ada. Tulisan-tulisan saya tak menjurus pada siapa yang cocok, siapa yang harus, hanya terobosan. Berikut pandangan seorang tokoh yang sempat singgah di hati.
Presiden SBY pernah mencanangkan revitalisasi pertanian kira-kira dua tahun yang lalu, namun hasilnya belum terasa. Pada hemat saya pembangunan pertanian dan kelautan harus dimulai dengan suatu kebijakan umum dengan menetapkan skala prioritas dan sasaran yang ingin dicapai. Masalah paling pokok dalam pertanian adalah swasembada pangan dan peningkatan ekspor holtikultura yang dapat menghasilkan devisa. Kita sesungguhnya dapat menghitung berapa luas lahan persawahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan beras sehingga kita berswasembada, dan berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk itu serta dana yang diperlukan. Dalam waktu bersamaan holtikultura dirangsang untuk berkembang, dengan menebar bibit unggul dan peningkatan kualitasnya. Kita misalnya memilikim puluhan jenis pisang, mangga, jambu, sawo dll yang selama ini belum pernah digarap sungguh-sungguh untuk dijadikan sebagai produk ekspor. Dalam menangani ekspor ini, Pemerintah memang harus menetapkan regulasi, agar ekspor tidak jatuh ke dalam kartel, seperti terjadi di masa lalu. Kita masih ingat ada tata niaga cengkeh, jeruk dan lada yang berakibat petani kita sangat terpukul.
Mengenai subsidi pertanian telah saya jelaskan di dalam tulisan saya mengenai Kedelai. Suatu hal yang tak kalah pentingnya ialah mendudukkan kembali soal otonomi daerah dalam kaitannya dengan pertanian. Bukan berarti kita kembali ke sentralisme, namun koordinasi pembangunan pertanian, penyediaan tenaga penyuluh lapangan dan menghidupkan kembali koperasi tani, sangat penting. Apa yang dulu pernah dilakukan di masa Presiden Soeharto ada berbagai hal yang perlu diteruskan, kekurangannya diperbaiki.
Pengalaman saya yang akrab dengan dunia kelautan nelayan menyadarkan saya bahwa yang harus menjadi fokus perhatian ialah nelayan tangkapan yang bekerja secara mandiri, bukan buruh nelayan yang bekerja di perusahaan perikanan. Kelompok nelayan mandiri itu hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan hidup mereka tergantung kepada alam. Penanganan terhadap soal ini mestilah bersifat integratif, mulai dari dukungan peralatan, bimbingan dan pemasaran hasil tangkapan. Nelayan mandiri seperti ini takkan serta merta mampu menjadi petambak ikan, yang memerlukan modal besar dan risiko berusaha yang sangat tinggi. Kepada pengusaha perikanan tambak memang perlu dukungan Pemerintah dan sekaligus pengawasan kepada perusahaan penangkapan ikan, agar usaha ini tidak memukul nelayan mandiri yang tradisional.
Demikian pokok-pokok tanggapan saya. (YIM)
Ya, kita mesti sadari benar. Bahwa negeri ini merupakan negeri yang agraris, jangan sampai ini terabaikan. Presiden SBY sebenarnya sudah menyadari, bahkan beliau mengambil Doktor di bidang tersebut. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengarahkan, membangun dan mewujudkan swasembada pangan itu (lagi) dan menjaganya agar tetap ada (konsisten dan kontinyu). Rakyat Indonesia mesti tersadarkan benar, dan kita mesti bisa menyadarkannya.
Tentang Ayat-ayat Cinta

Novel yang sempat membuat para penghuni kos-kosan ciwaruga pingin jadi Fahri-nya.. yang sempat membuat para temen2 wanita berharap bisa jadi Aisyah-nya.. yup, dan novel ini pun diangkat menjadi film layar lebar. Coba tanya mas Hanung, cerita tentang pembuatan film-nya. Atau buka kritikannya. Smua bebas berpendapat, antara setuju apa tidak. Bahkan ada yang tidak berminat. Ya ga masalah.
Jadi, apa sih intinya dari ayat-ayat cinta ini??
Ini yang rumit dan makan hati.. kisah cinta? religi? apa budaya?? just read it, you will know.. that’s love never false..
ditulis atas keprihatinan tentang pembajakan dan pengkhianatan
Blog dan Harga Diri Bangsa
Hari ini kerjaan di kantor tak begitu melelahkan, blogwalking ke beberapa blog punyanya mbah BR, dan PakDhe Rovicky. Dua blog yang banyak sekali memberikan pencerahan, kalo ga dibilang bikin bligsatan.
Salut dengan mereka. Orang-orang berbasis pendidikan tinggi tapi tetap merendah bumi, setidaknya masih mau berbagi dengan kita orang ndeso. Boleh dibilang negeri ini menyimpan kekuatan yang luar biasa, sangat-sangat luar biasa. Bukan masalah sumber daya alam, bencana yang bertubi-tubi, sumber daya manusia, korupsi yang menjalar sukma, atau lainnya..
Bangsa ini merupakan bangsa yang kuat, seandainya kita bisa sama-sama, bahu-membahu, bangun-membangun, bukan sekedar menuding dan tunjuk kanan kiri. Kita bisa bangkit menuju Indonesia baru yang jauh lebih baik. Bahkan tanpa terasa, kita telah memulainya. Mari nge-blog.
Pendidikan dan Kesejahteraan
Saya turut prihatin atas dikabulkannya permohonan pengujian kembali UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU No. 18/2006 tentang APBN 2007, dan UUD 1945 yang diajukan Rahmatiah Abbas (guru dari Sulawesi Selatan), dan Prof. Badryah Rifai (dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar) dengan kuasa hukum Elsa Syarif.
MK berpendapat, jika gaji guru dimasukkan pada anggaran 20 persen, maka pemerintah akan lebih mudah memenuhi anggaran pendidikan 20 persen. Dalam APBN 2007 saja, jika gaji guru dimasukkan pada anggaran, maka telah mencapai 18 persen. Namun jika tidak, maka baru mencapai 11 persen.
Guru maupun dosen yang melakukan permohonan ini dalam pandangan saya, mereka tidak tahu bagaimana tentang kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Tidak memahami bagaimana kebutuhan rakyat akan pendidikan rakyat yang murah dan berkualitas. Tidak mengerti akan arti Mencerdaskan Kehidupan Bangsa sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai tujuan keberadaan Bangsa Indonesia.
Tolong Pak Surya (Ketua PGRI), perjuangkan lagi.
Kesejahteraan para guru (katakanlah gaji), jika dimasukkan ke dalam anggaran pendidikan 20% tentu akan mengurangi jatah bagi pendidikan rakyat yang murah dan berkualitas. Padahal di Jabar saat ini anggaran pendidikan (terlepas dari gaji guru) yang baru saja disahkan telah mencapai 15%. Dan kalaupun memang dimasukkan tentunya akan berhadapan pada kesejahteraan guru yang amat teramat dibatasi, bukankah itu mempersulit diri sendiri namanya??
Di sini i’tikad baik pemerintah di uji, apakah benar pemerintah benar-benar mengedepankan pendidikan sebagai tonggak pembangunan bangsa ini ke depan ataukah hanya sekedar pemanis bibir belaka.
Memahami Realita
Anda, saya, maupun yang lain punya cerita sendiri tentang realita. Suatu ketika saya pernah membaca tulisan yang kurang lebih begini:
Kenyataan saat ini adalah mimpi-mimpi kemarin, mimpi-mimpi saat ini adalah kenyataan esok hari
Kalimat itu membuat saya benar-benar semangat untuk tetap menjalani mimpi-mimpi, meski terkadang godaannya banyak, halangannya banyak, tantangannya banyak, ancamannya banyak. Tapi, benar.
Ada sebuah hadits Rasulullah SAW yang meriwayatkan bagaimana Rasulullah SAW pernah menyatakan mimpinya bahwa Islam akan menyebar sampai negeri romawi dan persia (ketika itu Rasulullah SAW sambil memukulkan tangannya ke batu, kalau tidak salah dalam proses pembuatan parit: baca kisah Salman Al-Farizi RA). Dan kenyataan itu ada, meski di masa kemenangan Islam Rasulullah SAW telah tiada.
Ada kalimat lain yang menguatkan saya memahami realita, kurang lebih begini
Realita esok hari bolehjadi jauh lebih berat dari apa yang kita bayangkan, oleh karena itu kita harus memiliki keinginan yang jauh lebih besar dan kuat untuk bisa mengalahkannya.
Kalau tidak salah ada pada buku R.Tiyosaki (rich Dad, Poor Dad). Buku yang inspiratif, terima kasih u/ Fakhrurrazi atas inspirasinya.
Ya, memahami realita.. setelah beres kuliah saya ingin balik ke Indonesia. Banyak kemungkinan, nganggur lah, ga punya duit lah, kudu cari duit lah, ngurus keluarga pula.. belum keinginan untuk S2, beasiswa lah, aplikasinya, dll.. blom lagi cerita tt Indonesia yang semakin membuat hati miris, banjir, masalah lapindo, dinamika politik, dll..
Bismillah ya Allah..
Memahami Mimpi
Awalnya tulisan ini mau dikasih judul memahami realita, tapi itu buat tulisan kemudian aja :D.
18 September – 18 Oktober 2007
18 Oktober – 18 November 2007
18 November – 18 Desember 2007
18 Desember 2007 – 18 Januari 2008
18 Januari 2008 – 18 Februari 2008
Lima bulan sudah Rijal ini duduk, tidur, bangun, ngudud, makan, berak, dsb di negeri yang orang Indonesia bilang Belanda. Negeri yang pernah menjajah Indonesia 3,5 abad lamanya.
Memahami mimpi yang begitu mahal untuk kubeli semakin membuatku merengkuh syukur padaNya, Allah SWT.
Ketika kawan-kawan Teknik Kimia POLBAN 2004 bergelut dengan pekerjaannya atau bahkan masih mencari pekerjaan, kawan-kawan lulusan 2004 SMAN 1 Tasikmalaya masih bergelut dengan kuliahannya, atau mungkin sudah lulus dan tengah mencari kerja, bahkan sebagian sudah bekerja. Di sini Rijal duduk, dalam hening. Seolah tanpa kerja keras, seperti tak berpeluh keringat. Makan, tidur, kuliah, dan kerja dengan tenang.
Mimpi ini teramat mahal, kawan-kawan. Demi Allah yang telah memberikan kesempatan ini, Rijal tak pernah memintakan ini hanya sekedar mencari kepuasan diri. Rijal sudah cukup puas dengan apa yang Allah beri, kalian diantaranya. Kawan-kawan yang senantiasa memberi semangat ketika Rijal tak lagi mampu berpikir jernih dengan ragam masalah, kalian yang memberikan tamparan, makian, tendangan, yang dengan itu membuat RIjal memahami betapa kalian sangat menyayangi Rijal.
Ini adalah mimpi, hanya satu mimpi seorang anak manusia diantara ribuan mimpinya. Rijal bisa, apalagi kalian. Meski disadari tidaklah mudah, tapi segala tentang hidup adalah segala tentang perjuangan.
Bagi kawan-kawan yang tengah meraih mimpinya, Rijal hanya satu contoh kebesaran Allah SWT tentang roda hidup. Roda hidup yang senantiasa dipergilirkan, kemenangan, kegagalan, kesuksesan, dan kekalahan. Sesuatu yang bukan harus disesali, masalah, titian, pukulan, sakit hati, keterasingan, segala yang bernama tantangan hidup. Bersabarlah.. Karena sesuatu itu akan ada saatnya, seperti mimpi yang tersimpan dalam.
Rijal punya mimpi, kalian punya mimpi.. Hiduplah untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita.. Karena orang mati tak lagi dapat bermimpi..




