Sugar Trading

Laskar Pelangi The Movie

November 2, 2008 by bangzenk · 4 Comments
Filed under: Indonesia, Syukur 

Laskar Pelangi The Movie

Have you read the novel Laskar Pelangi? It’s not complete if you not watching Laskar Pelangi The Movie

Visualization of the members Laskar Pelangi in the novel Laskar Pelangi (Andrea Hirata) to Laskar Pelangi The Movie (RIri Reza and Mira Lesmana Production) is quite interesting. I have not read the full stories from the novel, but I will try to read (I don’t have the book, Can I borrow the book please?) :).

From the technical side, this movie worked on neatly. Cinematographers Yadi Sugandhi has a display pictures and beautiful concept well. From the idea, this movie using the various problems evident in the way to make people have a clear vision with and can be enjoyed.

But, from the plot of the story I think the director can’t focus on the theme of the stories. Education for poor people. The theme’s split up to many sub-story that sometimes not very clear and not useful to build up the main story. Except for the people who’s read Novel Laskar Pelangi.

Do you want to read my review about Laskar Pelangi the movie in Indonesian Language? here..

Graduation at Education University of Indonesia (UPI)

November 2, 2008 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Syukur 

One of my best friend a few days ago has been graduated from UPI majoring Mathematics and Nature Science with study program Biology of Education, it was very pleased to be able at His graduation. Besides to tighten Coffee with my friends at the Education University of Indonesia (UPI), Bandung. This time I also feel out of graduation at a University Degree.


FYI, I do not participate on my graduation at POLBAN graduation (2007), also in the Netherlands my graduation is not so great like in Indonesia.

Congratulation to Habib Ali, S.Pd. (Cum Laude)

PESAWAT di UNDIP

October 26, 2008 by bangzenk · 2 Comments
Filed under: Syukur 


Alhamdulillah, in the last two weeks I have been like in “pesantren” by Allah SWT via His way. Since I living in Semarang, I prays more timely and “berjama’ah” in the mosque. In addition, the location while I am living near the mosque.

Besides, I live with “ikhwan-ikhwan” UNDIP in the Wisma Al-Qee. So that also motivates me to be more consistent.

PESAWAT 2008

Pesawat here it doesn’t mean the aircraft, but events boarding students in each faculty in the engineering faculty of the Diponegoro University.

What is the relationship with my presence in Semarang?

Not a deal, because my presence in Semarang and my involvement in the PESAWAT is not something planned.

In the last two weeks, I was invited to become speaker in the event PESAWAT. First at the Department Planologi UNDIP, here I was asked to convey materials about Syumuliatul Islam in the Indonesian language is practicality of Islam. Worth material, besides the year I have not talked in front of the public (except for graduation or hearing presentations in the class).

Secondly, I spoke in front of the new students majoring in Electrical Engineering. I was asked to convey the material on Ukhuwah Islamiyah (together in Islam). In these materials, I was more relaxed. Beside the theme was familiar, I also was prepared more. In the end, I feel my appearance in the event this time more successfully.

Thank you friends who have entrusted the material to me. Hopefully, other times I can be better.

Warm Regards,

special thanks to Bayu Al-Qee and Surya (Electrical Engineering) and Arya (Planologi)

Emotional Question

September 13, 2008 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Syukur 

Your EQ is 167


Two possibilities - you’ve either out “Dr. Phil-ed” Dr. Phil… or you’re a dirty liar.

Seriously though, your whole “Don’t Worry, Be Happy” philosophy is really what defines emotional intelligence.
You’re warm, open, and very optimistic. You know how to act appropriately, even if you don’t feel like it.

You are a good communicator, and you have little difficulty with personal relationships - even when you’re dealing with difficult people.
In general, you are successful, capable, together person. You get what you want out of life.

What’s Your EQ (Emotional Intelligence Quotient)?

Pagerank Update

July 30, 2008 by bangzenk · 2 Comments
Filed under: Earning Online, Syukur 

Page Ranking ToolMain blog saya berbagi cerita mengalami penurunan pagerank dari 5 menjadi 4. Entah mungkin karena banyak dipakai untuk review atau karena berkurangnya link dari kawan2.

Namun demikian, patut disyukuri karena dibalik turunnya blog berbagi cerita blog We Are We yang ngebahas tentang Business, Management, Reviews, Freeware, Tutorials pagerank-nya naik jadi 2. Ini yang ditunggu-tunggu. Buat optimasi ke depan di bisnis online.

Blog dummy lainnya yang isinya tentang format masa depan, macam pernikahan dan segala tetek bengek-nya juga naik jadi pagerank 3, sama halnya dengan blog informasi beasiswa di wordpress yang tetep di posisi pagerank 3.

Bagaimana dengan blog ini? ya, sementara ini Zenk’s Life mesti puas di posisi pagerank 0. Adapun yang Lirik Lagu Indonesia alhamdulillah naek juga jadi pagerank 2 merangkak naik bersama Pemburu Beasiswa.

Lumayan lah ya, sambil terus belajar dan berusaha cari penghasilan online. Oiya, alhamdulillah selama bulan Juli ini dapet lumayan banyak job review. Semoga ke depan makin banyak lagi dan bisa dioptimalkan. Terutama beberapa program yang belum ke garap gara-gara beberapa blog yang mau diikutkan kemarin masih belum ber-pagerank.

Bismillah..

Jangan lupa dukung saya di Busby SEO Challenge

Sepekan Menuju Indonesia

July 23, 2008 by bangzenk · 3 Comments
Filed under: Syukur 

Sepekan lagi menuju Indonesia, banyak yang mesti dipersiapkan. Baik mental, fisik, keilmuan juga materi. Bismillah.

Ada beberapa kendala, diploma belum bisa diambil bulan ini. Aye coba menghindari untuk balik lagi ke Belanda hanya untuk mengambil diploma. Agak repot memang. Banyak orang berpendapat, tunda saja kepulangannya sampai akhir agustus.

But, I can’t!! My wedding planned on 10th August, 2008. I don’t want to postpone that and I shouldn’t.

Read more

Refleksi 3 Pekan Menuju Indonesia

July 16, 2008 by bangzenk · 1 Comment
Filed under: Syukur 

Alhamdulillah, sampai juga di titikini. Puncak kemarin membuatku benar-benar lelah. Beberapa refleksi yang bisa kubagi, diantaranya tentang masalah di akhir masa studiku di Belanda sini. Pertama, terkait presentasi.

Presentasi final project beberapa hari yang lalu (Jum’at, 11 July’08 ) Tak seseram yang terbayang meski penguji dari external expert sangat-sangat menguji nyaliku!!. Seperti setahun yang lalu, ketika sidang tugas akhir di Teknik Kimia POLBAN. Tegang ada, meski kini gak setegang dahulu. Pointnya adalah, yang terpenting adalah buka dulu pintunya. Apa yang ada di balik pintu baru kita tahu kalo dah kita buka. Hal ini menumbuhkan keberanian untuk mencoba. Read more

Refleksi 6 Pekan Menuju Indonesia

June 20, 2008 by bangzenk · 2 Comments
Filed under: Catatan Anak Manusia, Syukur 

Free Domain

Free Web Hosting with Website Builder
Pagi, siang, sore atau malam kawan-kawan.

Pertama terima kasih masih setia membaca berbagi cerita ini, meski ya beberapa waktu ini kebanyakan berisi posting tentang earning online, review gak jelas juga lain-lain. Sebenarnya bukan gak peka terhadap kejadian aktual di belahan dunia sini, maupun bahasan macam bantuan langsung tunai yang aye kira emang fundamental untuk wacana di negeri sana. Termasuk drama korupsi Indonesia, dengan tokoh utama nyonya Artalyta dan jaksa Urip beserta oknum-oknum dari kejaksaan.

Belum lagi cerita Geng Nero, geng anak-anak putri dari Pati (tempat calon istriku KKN taun lalu). Sungguh, makin sesek aja dada ini. Bukan sok peduli, tapi memang aye peduli dengan apa yang terjadi di negeri sana. Negeriku, Indonesia.

Refleksi yang awalnya hendak dibuat perpekan malah terbengkalai, hal ini lebih kurang karena fokus aye beberapa waktu ini lebih pada penyelesaian laporan tugas akhir di sini. Sementara ini masih tinggal di Eindhoven. Kota tempat Mutu (striker timnas Rumania) bermain di klub PSV yang juga klub sepakbola yang menjuarai liga belanda. Maka wajarlah, kalo banyak orang berekspetasi Rumania bisa menemani Belanda maju ke babak perempat final.

Piala Eropa 2008 sedikit banyak membuat aye merenung. Aye memang tidak selalu uptodate, meski tidak juga antivirus PCMAV 1.3 dan PCMAV 1.4 yang baru mo dirilis itu. Intinya, pertandingan demi pertandingan di kejuaraan UEFA EURO 2008 ini sedikit banyak memberikan hikmah. Karena aye percaya tidak semata-mata Allah mengizinkan terjadinya Pertandingan Piala Eropa ini dan aye menontonnya kecuali pasti ada hikmahnya. Apa itu?

1. Manajemen waktu

Dengan waktu pertandingan yang kurang lebih 90 menit dan dibagi dalam dua babak. Sepakbola memberikan pelajaran bagaimana memenej waktu dengan baik. Kalo kawan-kawan suka maen FM mungkin gak perlu lagi dijelasin. Manager, ya bagaimana memenej permainan dan pemain. Waktu yang 90 menit ini dibagi menjadi pemanasan pertandingan, mencari celah kelemahan pertahanan lawan, mengatur strategi, oper sana-sini, coba-coba shooting, ada saat menekan lawan, ada saat bertahan. 90 menit, waktu yang cukup membuat para penonton dibuat merasakan beragam rasa. Dari seneng, cemas, sedih, kesel, apapun menyaksikan para pujaan hatinya berjuang di lapangan.

Hanya 90 menit, namun setiap menitnya begitu berarti. Jika kawan-kawan menonton pertandingan Turki-Republik Czech dengan kemenangan menawan dari Turki lewat 2 gol dari Nihat dari 1 dari Arda. Anda tau? Mereka hanya butuh kurang dari 15 menit untuk memutar kekalahan 0-2 menjadi 3-2 kemenangan untuk Turki. Dan kini, kembali Turki menunjukkan keunggulannya lewat pertandingan seri melawan Kroasia yang banyak diunggulkan bahkan mengalahkan Turki 2-0. Kenyataannya, pertandingan diakhiri dengan adu penalti dan Turki menang. Sekali lagi pelajaran manajemen waktu yang diberikan sepakbola. Bagaimana menembakkan bola ke gawang pada saat yang tepat, sehingga mampu mengecoh penjaga gawang, 1-3 dan Kroasia harus pulang dari kejuaraan Piala Eropa 2008.

2. Persiapan yang matang

Untuk pertandingan yang hanya 90 menit tadi, para pemain butuh waktu latihan minimal sebulan. Sebulan itu sudah sangat mendesak, sebenarnya paling pool itu 3 bulan minimal. Wah, coba bayangkan. Kalo kata Abraham Lincoln, “Jika saya memiliki waktu 10 jam untuk menebang pohon, maka 8 jam akan digunakan untuk mengasah gergaji dan 2 jam sisanya untuk menebang pohon”. Artinya, persiapan yang matang jauh lebih penting daripada saat-saat pertandingan. Jangan sekedar memikirkan apa yang terjadi nanti, tapi mulailah juga memikirkan apa yang hendak diperbuat nanti. Karena yang terjadi nanti bergantung dari apa yang kita persiapkan sekarang.

Bukankah Allah, Tuhannya aye dan Tuhannya kamu (penegasan, Laa ilaaha illaLlaah) telah menunjukkan melalui Al-Qur’an dalam Al-Hasyr:18. “Apa yang sudah engkau perbuat untuk hari esok?” begitu kira-kira (mohon luruskan jika salah). Maksudnya adalah, kehidupan kelak takan berarti apa-apa tanpa adanya perbuatan di hari ini (kehidupan dunia). Maka, sekali lagi sepakbola membuat aye mikir.

3. Kesabaran dan Optimisme

Joachim Low, pelatih timnas Jerman yang kena hukuman dan harus menyaksikan jalannya pertandingan Jerman-Portugal dari dalam ruangan memberikan contoh yang positif. Setidaknya bagi aye, bagaimana ia harus tetap menjalankan strategi dan membangun semangat anak-anak binaannya yang tengah berlaga di lapangan tanpa kehadiran dirinya.

Mungkin kesal, tapi bagaimanapun Ia punya tanggung jawab sebagai pelatih. Apa yang dilakukannya (mengganti beberapa pemain menjelang kick-off) adalah buah dari optimisme tersebut. Bagaimana keputusan yang tepat di waktu yang tepat merupakan kolaborasi antara kesabaran dan optimisme. Dan hasilnya, kemenangan Jerman atas Portugal 3-2. Setelah sempat ketinggalan 0-2.

4. Rendah hati

Low profile, CR7 rasanya bukan contoh yang tepat. Bagaimana dengan striker Belanda, van Nistelrooy? Bintang sepakbola yang hampir setara dengan pahlawan perang di Belanda ini tetap low profile. Kemenangan demi kemenangan yang diraih, juga gol demi gol yang ia ciptakan tidak menjadikannya besar kepala. Pun ketika harus duduk di bangku cadangan saat menghadapi Rumania. Tak ada yang berubah, dia tetep bintang sepakbola.

5. Akurasi dan Kesungguhan

Dan masih banyak lagi hikmah yang tak bisa satu-persatu dituliskan. Semoga pertandingan piala eropa 2008 yang kita saksikan tidak hanya sekedar hiburan belaka, melainkan juga patrian jiwa untuk berbuat lebih pada setiap peran kita. Berbuat yang terbaik sekemampuan dengan segala potensi yang Allah telah berikan, kapanpun, di posisi manapun, kita harus bisa memberikan kontribusi. Meski mungkin bukan kita yang mencetak gol-nya. Tapi, kita mesti menjadi bagian dari terciptanya gol tersebut. Tak akan ada gol tanpa assisten yang handal bukan?

Semoga bermanfaat bagi aye dan kawan-kawan yang pecinta bola. Terakhir, lihat contoh pertandingan Persib lawan Persiwa. Jauh berbeda ketika Persib melawan Sriwijaya FC, performa Persib kurang stabil. Padahal mereka memiliki pemain yang handal dan berkualitas serta di atas rata-rata tim lain di Indonesia. Kenapa bisa kalah oleh klub papan kedua?

Silakan berkomentar, senang rasanya bisa berbagi dengan kawan-kawan.

-Jal:YangMerindukanIndonesia

Refleksi 9 Pekan Menuju Indonesia

May 30, 2008 by bangzenk · 3 Comments
Filed under: Catatan Anak Manusia, Indonesia, Syukur 

Kawan, hari-hari di Belanda semakin tak berasa. Rasa kangen pada Indonesia sudah pada titik klimaksnya, tak bisa tidak aku harus pulang. Meredakan gejolak jiwa yang tak mampu kusiasati. Memahami peranan sebagai insan intelektual (kata orang: mahasiswa) sesungguhnya adalah beban tersendiri, terlebih di Indonesia kabarnya sedang marak demonstrasi menolak kenaikan harga BBM (yang sudah dinaikkan). Apa jadinya bangsa ini ke depan, jika terus menerus seperti ini. Siapa yang salah? Pertanyaan itu yang terlintas dipikiranku. Aku juga salah, hanya diam saja. Tapi aku sudah menulis sikapku di-blog ini. Setidaknya aku peduli.

Kata Mas Iman, mahasiswa sekarang kehilangan figur pemimpin. Aku harus pulang, batinku. Ya meski pulang tak lagi berstatus mahasiswa, setidaknya aku bisa berbuat lebih nyata (secara jiwaraga) jika berada di Indonesia. Bismillah.. Mas Iman, kita bangun Indonesia sama-sama.

Sembilan pekan menuju Indonesia akan banyak diwarnai beberapa hal, menuntaskan in action 2008. Kuliah stage-3 alias internship di Philips Lighting ini sambil menengahi bosan, terus persiapan menikah yang undangannya dah dibuat di sini jangan sampai terlewat ya! sekalian kopi darat.

Tentang kuliah lagi atau kerja dulu, alhamdulillah ada peluang untuk Master By Research di UTP (Malaysia) insya Allah intake Januari. Sambil berharap yang terbaik, soalnya SHELL juga kayaknya nawarin kerjaan di Belanda sini. Ada pendapat? Coba tanya mas Anjar ah..

Oiya, Achmad Zaini Suparta katanya orang Tasikmalaya? duh malu-maluin aku ini. Ya Allah berikan petunjuk bagi bangsa Indonesia, Engkaulah Yang Maha Esa yang kami maksudkan di-Pancasila. Maka, lindungilah kami dari kebejatan dunia ini. Juga dari kedzaliman para pemimpin kami. Enyahkan para koruptor itu dari bumi Indonesia. (mulai ngelantur nih doánya: maklum weekend)

Kabar lanjutan tentang blue energy, fotonya bisa dilihat diblog Kang Rovicky. Sekaligus penjelasan resmi dari pemerintah tentang kenaikan harga BBM dari Kang Rovicky juga. Bisa diunduh di sini: Latar Belakang Kenaikan BBM versi Pemerintah

Aku bukan berarti sepakat akan kenaikan harga BBM, hanya memberikan wawasan agar mudah bagi kawan-kawan bersikap. Aku juga masih nunggu latar belakang penolakan BBM versi mahasiswa. Kalau kawan-kawan punya tolong beritahu aku.

Oiya, insya Allah akhir Juli aku mau maen ke tempat alang babega alias bang Empi Muslion yang lagi asyik membujang di Lyon (Perancis) dan sedang giat-giatnya juga nulis racauan Achmad Zaini Suparta orang kaya asal Tasikmalaya (masih katanya). :)
Salamhangat, Orang Tasik Asli Nih!!

Kartini, Sebentuk Cinta Bunda

April 19, 2008 by bangzenk · 3 Comments
Filed under: Cinta, Indonesia, Syukur 

Sejenak, setelah membaca Aku tidak sehebat Kartini tulisan Kang Bamby. Tanpa terasa airmata jatuh, seolah mengerti akan perjuangan Kartini. Tapi bukan itu ternyata, airmata ini jatuh karena aku teringat Bunda. Kebersamaan kami tak begitu lama, karena sejak umur 8 tahun aku sudah tidak tinggal bersama Bunda. Meski sepekan sekali Bunda dan Papap menemui aku, kakak dan adikku yang tinggal di Tasikmalaya.

Hingga tahun 2001, Papap dan Bunda memutuskan untuk pindah kerja ke Tasikmalaya. Sebelumnya kedua adik laki-laki saya pun diserahkan ke Mamah (panggilan buat nenek) di Tasikmalaya sekitar tahun 1996-1997. Perubahan perekonomian keluarga nyaris tak bisa dihindarkan. Papap mungkin salah satu korban kebijakan Otonomi Daerah, dimana “Penguasa PNS” berpindah kepada Bupati selaku kepala daerah. Di saat yang sama, Tasikmalaya tengah memekarkan diri. Jadilah, Papap kerja di Kab. Tasikmalaya dan tinggal di Wilayah Kota Tasikmalaya. Kebetulan, Desa Cipawitra tempat kami tinggal termasuk kawasan perbatasan antara Kota dan Kab.

Bunda menjadi tenaga pengajar aka Guru Fisika, di salah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya. Oiya, Papap ditugaskan di Depdikcam Manonjaya. Surganya salak (buah). Hahahah.. Dan karena di pedalaman inilah Papap tiap pulang ke rumah (sekitar 1,5 jam perjalanan mobil pribadi) selalu membawa “oleh-oleh”.

Alhamdulillah, kami telah dipersatukan. Medio 2001adalah masa dimana aku tak bisa menahan diri, kegiatan sebagai aktivis organisasi perwakilan kelas di SMPN2 Tasikmalaya tak cukup menghalangi aktivitasku sebagai anak “bandel”. Rokok, wanita, mengisi hari-hari dan semakin tak produktif. Perkelahian demi perkelahian, ya Allah ampuni hamba..

Alhamdulillah, masih banyak sahabat yang bersedia mengingatkan. Salahsatunya Prima Almazini. Hingga akhirnya sebuah mimpi itu bermula, aku dan beberapa sahabat dekat mendaftar seleksi penerimaan Calon Taruna/Siswa SMA Taruna Nusantara. Singkatnya, aku tidak lulus di sana kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 1 Tasikmalaya. Kuliah di POLBAN dan terbang ke Belanda. Aku tersenyum, teringat Steve Jobs.

Dan tanpa terasa, dari sekian waktu aku selalu saja menyusahkan Bunda. Malaikat yang telah melahirkanku. Separuh hidup Bunda digunakannya untuk merawatku, agar tumbuh menjadi seorang manusia.

Mengingat perjuangan Bunda dan Papap membuatku berpikir ulang untuk menahan airmata ini jatuh. Biarlah, sebagai bentuk rindu seorang anak pada kedua orang yang tak akan pernah tergantikan. Ya, Allah berikanlah mereka Surga-Mu. Bukan salah mereka jika aku jadi bengal. Maafkan aku, Rabbi..

Papap sampai hari ini masih berjuang melawan budaya tikus di birokrasi, terasing melawan kebijakan warisan penjajah dari “Raja” daerah. Beliau masih idealis, teringat pesan Beliau “Jaga Idealisme itu, Nak.. Karena jika tidak kita yang akan terbawa arus”. Sebuah kata-kata yang memacu aku untuk bisa bertahan. Melawan badai kegelisahan. Menguak tabir mimpi. Menjelang takdirku. Ya, Allah ridhoilah mereka.. jika aku menjadi baik, maka mereka adalah bagian dari kebaikan yang terpatri.

AKu sayang mereka, ya Allah. Saudara-saudara budiman ini foto keluarga kami. Keluarga Rame.

Kita tak pernah tahu, bahwa dalam do’a kedua orang tua kita selalu ada nama kita disebutnya. Tapi, mengapa angkuh hati seringkali lalai mendo’akan mereka. Bunda, Papap, Teteh, Neng, Aden, Apip, dan Mamah, semua yang mencintai kehadiran kita.

Irhamna.. Irhamna.. Irhamna.. Ya Allah..

Semoga hari Kartini, menjadi pengingat kita. Bahwa perjuangan Bunda, sebenarnya jauh lebih hebat dari Kartini.

Sebentuk Cinta untuk keluarga di Indonesia

Next Page »