Klasemen LSI per 6 Oktober 2008
Berikut beberapa hasil pertandingan terakhir di Liga Super Indonesia 2008/2009
Jumat, 26 September 2008
Persija 1 - 3 Persik
PSM 1 - 2 Sriwijaya FC
Sabtu, 27 September 2008
Persela 2 - 2 Arema
Persitara 2 - 0 PSIS
Senin, 6 Oktober 2008
Persiwa 2 - 1 Persija
PKT 1 - 2 Persib
Persipura 2 - 0 Persela
Persita 1 - 2 PSM
Persijap 1 - 0 Deltras
Persiba 1 - 0 Persitara
Pelita Jaya 1 - 2 PSMS
PSIS 1 - 2 Sriwijaya FC
Inilah hasil klasemen sementara LSI 2008/2009 per 6 Oktober 2008. Saat ini PERSIB menduduki peringkat ke-8. Semoga pada pertandingan berikutnya (9/10) melawan PERSIBA Balikpapan, PERSIB bisa kembali unggul. Hidup PERSIB!!
|
Klub
|
P
|
W
|
D
|
L
|
GD
|
PTS
|
| PERSIPURA | 13 | 8 | 3 | 2 | 21-9 | 27 |
| PERSIWA | 13 | 8 | 2 | 3 | 23-14 | 26 |
| SRIWIJAYA FC | 11 | 7 | 2 | 2 | 23-15 | 23 |
| PERSELA | 13 | 7 | 2 | 4 | 17-14 | 23 |
| PERSIJA | 11 | 7 | 1 | 3 | 22-12 | 22 |
| PERSIK | 12 | 6 | 3 | 3 | 22-14 | 21 |
| AREMA | 11 | 6 | 2 | 3 | 14-8 | 20 |
| PERSIB | 11 | 6 | 1 | 4 | 22-17 | 19 |
| PSM | 12 | 5 | 4 | 3 | 17-15 | 19 |
| PERSIJAP | 9 | 5 | 1 | 3 | 14-7 | 16 |
| PELITA JAYA | 11 | 3 | 4 | 4 | 10-9 | 13 |
| PERSIBA | 13 | 3 | 4 | 6 | 12-20 | 13 |
| PUPUK KALTIM | 13 | 3 | 3 | 7 | 15-21 | 12 |
| PSMS | 11 | 1 | 6 | 4 | 9-13 | 9 |
| DELTRAS | 12 | 2 | 2 | 8 | 7-19 | 8 |
| PERSITARA | 12 | 1 | 4 | 7 | 9-21 | 7 |
| PSIS | 11 | 1 | 3 | 7 | 5-22 | 6 |
| PERSITA | 9 | 1 | 1 | 7 | 6-18 | 4 |
sumber: website superliga-indonesia.com
PENERIMAAN CPNS LIPI 2008
LIPI mengundang insan-insan muda calon peneliti Indonesia
Melanjutkan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil - CPNS di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - LIPI sejak tahun 2005, pada tahun anggaran 2008 ini LIPI kembali membuka kesempatan kepada insan-insan muda Indonesia untuk berkiprah sebagai peneliti dan tenaga pendukungnya di berbagai satuan kerja LIPI.
LIPI adalah lembaga ilmu pengetahuan milik negara yang mendapatkan otoritas tertinggi untuk melakukan kajian dan penelitian ilmiah di Indonesia. Untuk itu LIPI menanungi 47 satuan kerja dengan kompetensi kajian ilmiah atau sebagai pendukung kegiatan ilmiah yang spesifik untuk masing-masing satuan kerja.
Perlambang Cinta
Apa yang tertulis di buku itu
membawa langkahku padamu
membelah lautan melintasi karang dan gelombang
Pilar-pilar tergolek
pasca peperangan kala itu
memadukan kita
meski sekedar terbersit
Kuuntaikan mutiara perlambang cinta
dalam episode penyebrangan
seiring awan berarak menuntun pulang
Apa yang tertulis di buku itu
menyimpan cerita pertemuan ini
menyimpan misteri perpisahan kelak
Setelah pilah-pilar itu kembali tegak
dan ranah telah kembali khusyuk
membenahi tulang berulang kita
“biarlah, mimpi itu menjadi nyata”
Karena kefasihan cinta terlambangkan
mendung tak lagi jadi halangan
“kembali pulang dengan selamat”
Dordrecht-Semarang, 2008
Kartini, Sebentuk Cinta Bunda
Sejenak, setelah membaca Aku tidak sehebat Kartini tulisan Kang Bamby. Tanpa terasa airmata jatuh, seolah mengerti akan perjuangan Kartini. Tapi bukan itu ternyata, airmata ini jatuh karena aku teringat Bunda. Kebersamaan kami tak begitu lama, karena sejak umur 8 tahun aku sudah tidak tinggal bersama Bunda. Meski sepekan sekali Bunda dan Papap menemui aku, kakak dan adikku yang tinggal di Tasikmalaya.
Hingga tahun 2001, Papap dan Bunda memutuskan untuk pindah kerja ke Tasikmalaya. Sebelumnya kedua adik laki-laki saya pun diserahkan ke Mamah (panggilan buat nenek) di Tasikmalaya sekitar tahun 1996-1997. Perubahan perekonomian keluarga nyaris tak bisa dihindarkan. Papap mungkin salah satu korban kebijakan Otonomi Daerah, dimana “Penguasa PNS” berpindah kepada Bupati selaku kepala daerah. Di saat yang sama, Tasikmalaya tengah memekarkan diri. Jadilah, Papap kerja di Kab. Tasikmalaya dan tinggal di Wilayah Kota Tasikmalaya. Kebetulan, Desa Cipawitra tempat kami tinggal termasuk kawasan perbatasan antara Kota dan Kab.
Bunda menjadi tenaga pengajar aka Guru Fisika, di salah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya. Oiya, Papap ditugaskan di Depdikcam Manonjaya. Surganya salak (buah). Hahahah.. Dan karena di pedalaman inilah Papap tiap pulang ke rumah (sekitar 1,5 jam perjalanan mobil pribadi) selalu membawa “oleh-oleh”.
Alhamdulillah, kami telah dipersatukan. Medio 2001adalah masa dimana aku tak bisa menahan diri, kegiatan sebagai aktivis organisasi perwakilan kelas di SMPN2 Tasikmalaya tak cukup menghalangi aktivitasku sebagai anak “bandel”. Rokok, wanita, mengisi hari-hari dan semakin tak produktif. Perkelahian demi perkelahian, ya Allah ampuni hamba..
Alhamdulillah, masih banyak sahabat yang bersedia mengingatkan. Salahsatunya Prima Almazini. Hingga akhirnya sebuah mimpi itu bermula, aku dan beberapa sahabat dekat mendaftar seleksi penerimaan Calon Taruna/Siswa SMA Taruna Nusantara. Singkatnya, aku tidak lulus di sana kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 1 Tasikmalaya. Kuliah di POLBAN dan terbang ke Belanda. Aku tersenyum, teringat Steve Jobs.
Dan tanpa terasa, dari sekian waktu aku selalu saja menyusahkan Bunda. Malaikat yang telah melahirkanku. Separuh hidup Bunda digunakannya untuk merawatku, agar tumbuh menjadi seorang manusia.
Mengingat perjuangan Bunda dan Papap membuatku berpikir ulang untuk menahan airmata ini jatuh. Biarlah, sebagai bentuk rindu seorang anak pada kedua orang yang tak akan pernah tergantikan. Ya, Allah berikanlah mereka Surga-Mu. Bukan salah mereka jika aku jadi bengal. Maafkan aku, Rabbi..
Papap sampai hari ini masih berjuang melawan budaya tikus di birokrasi, terasing melawan kebijakan warisan penjajah dari “Raja” daerah. Beliau masih idealis, teringat pesan Beliau “Jaga Idealisme itu, Nak.. Karena jika tidak kita yang akan terbawa arus”. Sebuah kata-kata yang memacu aku untuk bisa bertahan. Melawan badai kegelisahan. Menguak tabir mimpi. Menjelang takdirku. Ya, Allah ridhoilah mereka.. jika aku menjadi baik, maka mereka adalah bagian dari kebaikan yang terpatri.
AKu sayang mereka, ya Allah. Saudara-saudara budiman ini foto keluarga kami. Keluarga Rame.
Kita tak pernah tahu, bahwa dalam do’a kedua orang tua kita selalu ada nama kita disebutnya. Tapi, mengapa angkuh hati seringkali lalai mendo’akan mereka. Bunda, Papap, Teteh, Neng, Aden, Apip, dan Mamah, semua yang mencintai kehadiran kita.
Irhamna.. Irhamna.. Irhamna.. Ya Allah..
Semoga hari Kartini, menjadi pengingat kita. Bahwa perjuangan Bunda, sebenarnya jauh lebih hebat dari Kartini.
Sebentuk Cinta untuk keluarga di Indonesia
Nobody can, but you
Bunda, bilangan tahun masehi telah menggenapkan usiamu pada angka 47. Dua kali lipat usia hidupku. Waktu-waktu bersamamu teramat berharga untuk sekedar berlalu begitu saja. Ada sebentuk cinta di sana yang tak mungkin seorang pun bisa menyamai rupa cintamu yang tak dapat jua kulukiskan lewat kata-kata.
Sebentuk cinta yang menawarkan gejolak resah seorang anak. Sebentuk cinta yang mampu menjinakkan lelaki “singa” macam aku. Engkaulah cahaya itu, yang menjadi penerang langkah-langkah gelapku. Meski segunung kedurhakaanku padamu, pintu maafmu selalu saja seluas lautan. Engkau menenangkan badai keegoisannku.
Engkau tak pernah memanjakanku lewat limpahan harta, tapi kasih sayang itu lekat. Meruah seperti bah, setiap saat. Do’a-do’a yang terlantun dari nafasmu membuatku membisu, ketulusanmu yang mengantarkan aku kemari.
Bunda, terima kasih. Semoga Allah SWT menjagamu dengan kasih sayangNya. Aaamiin. Karena aku tak tahu kapan Allah SWT akan memanggilku, sedang sampai detik ini aku belum bisa berbuat banyak untuk membahagiakanmu.
Bunda selamat berbahagia, semoga usiamu kian bertambah berkah seiring bertambah bilangannya.
Teruntuk Bunda di Tanah Air
Terlalu Indah dan Begitu Indah
judul postingan ini diambil dari dua lagu. ya, Padi dan Cokelat.
tak sanggup ku menatapmu, terlalu indah bagiku.
haru biru. bisu kalii. kangen Indonesia dengan apapun keadaannya saat ini. entah, aku cengeng kali ya? huahahahaha… yang jelas, sejak sepeda kecurian jadi banyak mikir.. mikiin duit ![]()
terang saja, aku menantinya, karena dia.. karena dia.. begitu indah..
nanana, nanananannaa,,, nananannana… Indonesiku, kuberharap engkau baik-baik saja. merah darah ini, putih tulangku.. kuakan kembali..
dan.. 20 pekan ke depan..
Stage-3 dan Mimpi-mimpi
Filed under: Catatan Anak Manusia, Cinta, Earning Online, Syukur
Hmm.. Stage-3. Mimpi itu selalu mesti dimulai, dirangkai, diimpikan, alias diniatkan dalam. Saat ini Rijal “in action 2008″ masih terfokus pada penyelesaian studi menggenapkan kelayakan menyandang gelar Bachelor of Applied Science. Gelar yang sampai hari ini entah akan disingkat apa, bahkan Rijal sendiri blom kebayang apa gelar ini mo dipakai ato ga.
Muhammad Rijal ARS, B.App.Sc. Huhahahahaha..
menikmati, ya sambil belajar untuk tetap dinikmati. Setiap detiknya biar menjadi ibadah.
Kita boleh bermimpi, dan Rijal masih punya banyak mimpi. Malam ini ada yang ingin diniatkan, Rijal ingin terjun di dunia adsense (setelah sebelumnya dibanned google). Rijal ingin punya penghasilan dari internet, mumpung masih disini yang akses internetnya lumayan relatif lebih cepat. Bismillah.
Rijal punya mimpi juga untuk mengembangkan Tasikmalaya, terlebih di bidang pertanian, koperasi, usaha kecil menengah juga sarana publik. Menjadi walikota Tasikmalaya rasa-rasanya bukan sesuatu yang muluk di era keterbukaan ini. Pasti bisa.
Perjalanan di negeri orang membuat Rijal banyak belajar, bersyukur, memahami, memaafkan. Segala tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar, Rijal masih ingin bermanfaat bagi sesama. Bismilah. Why???
Why???? Alasan itu harus selalu lebih kuat dari keinginan, hidup ini hanya sekali bahkan kita tak tahu kapan waktu kita kembali ke Yang Punya, Allah SWT. Bermimpi.. calon istriku, jalan ini akan mempertemukan kita kelak.. dengan mimpi-mimpi kita.
Tentang Ayat-ayat Cinta

Novel yang sempat membuat para penghuni kos-kosan ciwaruga pingin jadi Fahri-nya.. yang sempat membuat para temen2 wanita berharap bisa jadi Aisyah-nya.. yup, dan novel ini pun diangkat menjadi film layar lebar. Coba tanya mas Hanung, cerita tentang pembuatan film-nya. Atau buka kritikannya. Smua bebas berpendapat, antara setuju apa tidak. Bahkan ada yang tidak berminat. Ya ga masalah.
Jadi, apa sih intinya dari ayat-ayat cinta ini??
Ini yang rumit dan makan hati.. kisah cinta? religi? apa budaya?? just read it, you will know.. that’s love never false..
ditulis atas keprihatinan tentang pembajakan dan pengkhianatan
Turut Berduka Cita
Yth. Bpk. Hidayat Nur Wahid
Ijinkan saya pribadi mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya istri Bapak beberapa hari yang lalu..
Kematian adalah pengingat yang luar biasa..
Tetaplah sabar, tetaplah tabah..
Berjuanglah selalu, do’a bangsa Indonesia menyertaimu.. do’a sahabat-sahabat di Belanda.. rekan-rekan yang selalu mendukung perjuangan Bapak.
Hormat saya,
Muhammad Rijal ARS
Bunda, maafkan anakmu..
Yang paling aku tak tahan adalah melihat bunda menangis karena kesalahanku. Seingatku, dua kali aku membuatnya menangis. Dan keduanya sangat-sangat aku sesali.
Parahnya di hari Ibu kemarin, entah kenapa telepon via internet ke rumah ga nyambung2. Tambah bête, tapi tak apalah, semoga postingan ini menebus kerinduanku pada bunda.
Ibu, selama ini aku tak begitu memperhatikanmu.. betapa keriput di wajahmu bertambah seiring bertambahnya kenakalanku dari masa ke masa. Rautmu tak pernah berubah untuk menatap setiap raut wajahku yang kadang meledak-ledak ketika berbicara denganmu.
Ibu selama ini aku tak begitu menyadari.. betapa cintamu padaku begitu besar, lebih besar dari pacar-pacarku di masa lalu. Bahkan, jauh pengertian daripada wanita yang pernah menjadi pendamping hidupku. Hingga akhirnya aku mengerti, semua yang kauberi adalah cintamu yang tak mungkin kubalas. Meski dengan goresan karya dan pengabdian seumur hidupku.
Bila mengingatmu, aku tak sanggup untuk tak menangis. Dengan berat kelahiranku, semestinya aku sadar bahwa Sembilan bulan engkau bawa aku kemana engkau berjalan. Sungguh, itu sangat memberatkanmu. Tapi, sampai hari ini engkau tak pernah menagihku untuk membalas itu.
Kata-kata kemarahanmu membuatku merinding, karena memang hanya engkaulah manusia yang pernah melahirkanku ke dunia ini. Maafkan aku Bunda..
Karena kebajinganku telah membuatmu menangis di beberapa bulan ke belakang. Di masa yang seharusnya aku bisa menjadi kebanggaanmu sebagai seorang putra. Dan waktu tak mungkin berulang, seperti sesal ini yang takan pernah hilang. Aku sadar betul engkau adalah wanita tegar. Setegar ketika engkau melahirkanku, meski bapak tak ada di sisi Ibu kala itu. Kutahu bapak pun menyesal karena dating terlambat. Tapi, aku tahu juga bapak berusaha untuk hadir di sisimu. Meski harus berjalan kiloanmeter di tengah hutan yang selama 3 tahun kemarin jadi tempat aku menuntut ilmu.
Kalau saja aku tahu bagaimana membalas semua jasamu, aku ingin sisa umurku ini bisa membahagiakanmu. Aku tak ingin melihatmu menangis lagi. Aku tak ingin buatmu menyesal telah melahirkanku ke dunia. Aku mencintaimu, bahkan lebih dari cintaku pada hidup ini. Aku rela mati, demi ridhomu atas kehadiranku.
Sekarang, jauh jarak aku darimu. Tapi ketahuilah, hadirmu begitu dekat di hatiku. Di hari-hari aku sendiri, engkau jadi semangat untuk aku bertahan dan tidak mengeluh. Seperti engkau yang tak pernah mengeluh membawaku dalam rahimmu, menetekku selama sekian bulan, padahal berat kelahiranku itu..
Bunda, aku mencintaimu. Ijinkan aku menjadi anakmu.. meski kusadari, aku terlalu bajingan untuk menjadi seorang manusia. Selamat hari Ibu.
Vlissingen, dalam harap kudapat mendekapmu erat..




