Sugar Trading

Bobby Jindal for President

February 25, 2009 by bangzenk · 1 Comment
Filed under: Politik 

Louisiana’s Governor Bobby Jindal gave last night’s GOP response to President Obama’s address to a joint Congressional session, and the otherwise unremarkable speech has received considerable attention due to Jindal’s potential aspirations in 2012.

Jindal for President makes some sense. He is an intelligent policy wonk, a trait that was sorely missing in the executive branch under President Bush. On social issues he meets virtually all of the litmus tests often posed by social conservatives. On fiscal matters, as highlighted in last night’s speech, he has been one of the most vocal opponents of Obama’s Stimulus Plan. And for better or worse, Jindal’s ethnicity (he is of Indian descent) will carry weight with a society and Party still craving minority candidates.

Daftar Anggota Komisi IV DPR yang Diduga Menerima Suap

October 7, 2008 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Indonesia, Politik 

Indikasi 50 anggota Komisi IV DPR terima uang suap alih fungsi hutan Bagan Api-Api, kini ke 50 anggota DPR tersebut sedang di awasi oleh KPK. (F-PKS)

Berikut nama-nama anggota Komisi IV DPR RI yang diambil dari Website DPR-RI, 49 orang diantaranya diduga menerima suap:

1.Ketua Komisi IV: Ishartanto (PKB)
2. Wakil Ketua Mindo Sianipar (PDIP)
3. Wakil Ketua Syarfi Hutauruk (Golkar)
4. Wakil Ketua Suswono (PKS)…kembalikan uang
5. Wakil Ketua Hilman Indra (Bintang Pelopor Demokrasi)

Anggota:

6.Joseph Wiliem Lea Wea (Bintang Pelopor Demokrasi)
7.Rusman H M Ali (Bintang Reformasi)
8. H Iman Syuja (PAN)
9. Darmayanto (PAN)
10. Nazamuddin (PAN)
11. Nurhadi M Musawir (PAN)
12.Sudjud Sirajudin (PAN)
13.Apri Hananto Sukahar (PDS)
14.Idham SH (PDIP)
15.Elviana (PDIP)
16.Djoemat Tjiptowardojo (PDIP)
17. Mardjono (PDIP)
18. Ganjar Pranowo (PDIP)
19. Wowo Ibrahim (PDIP)
20.I Made Urip (PDIP)
21.Jacobus Mayong Padang (PDIP)
22. Surya Supeno (Partai Demokrat)
23.I Wayan Sugiana (Partai Demokrat)
24.Nuraeni A Barung (Partai Demokrat)
25. Maruahal Silalahi (Partai Demokrat)
26. Sarjan Tahir (Partai Demokrat)
27. Indria Octavia Muaya (Partai Demokrat)
28. Bomer Pasaribu (Partai Golkar)
29. Azwar Chesputra (Golkar)
30. Ismail Tadjudin (Gollar)
31. S Sumiyati (Golkar)
32. Markum Singodimedjo (Golkar)
33. Soekotjo Said (Partai Golkar)
34.Mohammad Ali Yahya (Golkar)
35.Sumarjaya Linggih (Golkar)
36. Mukhtarudin (Golkar)
37.Fachri Andi Leluasa (Golkar)
38.Mustika Rahim (Golkar)
39. Zainudin Amali (Golkar)
40.Robert Joppy Kardinal (Golkar)
41.Syamsul Hilal (PKS)….kembalikan uang
42.Djalaludin Asy Syatibi (PKS)….kembalikan uang
43.Umung Anwar Sanusi (PKS)….kembalikan uang
44.Tamsil Linrung (PKS)…kembalikan uang
45. Arifin Junaidi (PKB)
46. Mufid A Busyairi (PKB)
47. Ahmad Rawi (PKB)
48. Ariono Wijanarko (PKB)
49. Al Amin Nur Nasution (PPP)….ditangkap KPK
50. Endang Kosasih (PPP)
51.Faqih Chaironi (PPP)
52 .Masusoh Ujati (PPP)
53. Rusnain Yahya (PPP)
54. Hifnie Sarkawie (PPP)

Sophan Dilindas Peserta Konvoi

September 6, 2008 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Politik 

Beberapa waktu ini kalangan bikers sibuk membicarakan tentang adanya versi lain kisah berpulangnya Sophan Sophian, artis senior yang juga sempat menjadi wakil rakyat di DPR/MPR RI. Sophan sendiri dikenal sebagai biker senior, pun di akhir hayatnya Ia sedang dalam aksi konvoi Jalur Merah Putih (JMP) beberapa waktu lalu dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-100.

Komentar pribadi:
Kepulangan adalah sebuah kepastian, meski kita tak pernah tahu kapan dan dengan cara apa kita akan kembali pulang menghadap-Nya. Pun dalam kasus ini, hal utama adalah keikhlasan dari keluarga dan segenap kerabat yang bersangkutan. Kemudian di luar hal itu, adalah KEJUJURAN dan KEJELASAN dari pihak-pihak yang pada saat itu menyaksikan benar apa yang terjadi. Jika perlu dilakukan reka ulang peristiwa, macam rekonstruksi perkara. Agar tak ada lagi “dusta” maupun rasa “penasaran” terutama di kalangan yang merasa kehilangan, terutama keluarga.

Read more

Daftar Parpol Peserta Pemilu 2009 (Update)

September 6, 2008 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Politik 

Berikut ini partai-partai politik peserta pemilu 2009, berdasarkan data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum. Beserta alamat kantor DPP dan lambang partai.

1. PARTAI HATI NURANI RAKYAT

Kantor DPP
Alamat : Jl. Diponegoro No. 1 Menteng,
Jakarta Pusat 10310.
Telp : 021-31935334
Fax : 021-3922054

Read more

Drama Korupsi Indonesia

Ringtone Kemas Artalyta Untung Urip, ah.. ini benar-benar drama korupsi. KATAKAN TIDAK UNTUK KORUPSI, SEKARANG JUGA!!

Aye ikut nyebarin ringtone percakapan para oknum penegak hukum dan tersangka agar ada efek jera buat para koruptor!!

BLOGGER BENCI KORUPTOR!! silakan download ringtone percakapan mereka di sini

Tanggal 2 Maret 2008 Artalyta Suryani (AS) dan Untung Udji Santoso (UU) bercakap-cakap via telepon.

AS : Coba sampeyan telepon dulu ke Antasari
UU : Udah, mati teleponnya

AS : Disuruh nyari dong. Ferry suruh nyari
UU : Ferry juga nggak ngangkat

AS : Jadi gimana? Inikan mesti ngamanin bos kita semua. Aku jawabnya apa?
UU : Usahakan cepet you keluar, nyari Antasari deh

AS : Ya dimana, dia rumahnya dimana?
UU : Ya, anu…di BSD sana waktu itu, nggak tahu juga. Tapi jangan, jangan ke rumahnya

AS : Kemana?
UU : Ketemu di hotel atau dimana deh

AS : Ya aku udah mau dibawa
UU : Haaa?

AS : Aku mau dibawa, sampeyan lah kejar cari dia mas, kan nggak ketara kalo sampeyan
UU : Iya, tapi teleponnya..Aku nggak ngerti rumahnya. Teleponnya nggak ngangkat. Aku udah minta Wisnu

AS : Sekarang susulin
UU : Tak telepon dulu deh

AS : Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu
UU : Aku sudah telepon Wisnu, demi Allah

AS : Apa kata Wisnu?
UU : Sudah dibuka teleponnya. Kamu punya telepon lain nggak? Nggak punya…Lah, gimana?

AS : Wah, sekarangkan aku udah mau dibawa (petugas KPK-red). Supaya keterangannya sama gimana? Kan jangan sampai kena semua.
UU : Kenapa sih, kok Minggu-minggu (hari Minggu), nggawe gawean wae (bikin kerjaan saja)

AS : Makanya, aku dari luar kota, dia maksa hari ini (tidak jelas siapa yang dimaksud “dia” oleh Artalyta)
UU : Kacau kabeh.

Dalam percakapan Untung mencoba menyampaikan rencana skenario Kejaksaan Agung akan melakukan penangkapan terhadap Artalyta. (bersambung)

*Sumber Percakapan: Kompas.Com

Munarman Menyerahkan Diri

June 10, 2008 by bangzenk · 2 Comments
Filed under: Indonesia, Politik 

Munarman bukan pengecut, setelah SKB Ahmadiyyah dikeluarkan oleh pemerintah. Munarman menyerahkan diri Senin malam, Ia datang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan naik taksi dan didampingi pengacaranya, Syamsul Bahri. Penyerahan diri Munarman dibenarkan pula oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana.

Menanggapi SKB Ahmadiyyah membuat saya jengkel. Bagaimana tidak, isinya semakin menunjukkan ketidaktegasan pemerintah. Saya memandang SKB yang dikeluarkan bersifat ragu-ragu dan timpang. Tapi, itu hanya pandangan saya. Silakan kawan-kawan komentari.

SKB tersebut berisi 6 butir keputusan. Butir-butir SKB tersebut dibacakan Menteri Agama Maftuh Basyuni, didampingi Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Mendagri Mardiyanto di Kantor Departemen Agama, Jakarta, Senin (9/6) sore.

“Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia, atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agam itu, yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu,” demikian Maftuh Basyuni membacakan butir pertama SKB tersebut.

Penganut, anggota dan/atau anggota pengurus JAI juga diingatkan, sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam. Penyimpangan tersebut berupa penyebaran paham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW. Bagi penganut Ahmadiyah yang tidak mengindahkan dua butir peringatan di atas, dikatakan Maftuh, dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“SKB ini juga memberikan peringatan dan memerintahkan warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota dan/atau anggota pengurus JAI,” kata Maftuh lagi. Sumber: Kompas.Com

Sebagai tambahan, berikut komentar Habib Rizieq dari dalam tahanan Polda yang dibacakan Amir MMI Abu Bakar Baásyir seusai berkunjung.

SBY pengecut, SKB Ahmadiyah banci. Saya (Rizieq) menyerukan umat Islam untuk terus berjuang dan mendesak agar mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah. Ahmadiyah telah menodai Islam, penodaan Islam tidak boleh dilokalisasi, sehingga wajib dibubarkan,” ujar Baasyir.

Lima tuntutan yang disampaikan Rizieq. Pertama, bubarkan organisasi Ahmadiyah, kedua, melarang penyebaran agamanya, ketiga, menutup kegiatannya, keempat, menutup tempat kegiatannya dan kelima, membina warga Ahmadiyah. “Selama masa pembinaan, mereka harus ber-KTP Ahmadiyah, tidak boleh Islam. Kecuali mereka sudah kembali ke Islam. Mereka juga tidak boleh menikahi orang Islam selama masih Ahmadiyah,” kata Baasyir.

Tanggapan Fraksi-fraksi di DPR cukup beragam. FPAN, FPKS, dan FPPP sedikit banyak sama: setuju dengan SKB yang dikeluarkan pemerintah. FPDI-P tidak setuju, karena dianggap masih kurang memuaskan berbagai pihak. Kalau saya pribadi, sementara ini SETUJU dengan catatan:
1. Pemerintah dan Kepolisian bersikap konsisten dan adil terhadap pelaksanaan isi dari SKB terkait Ahmadiyyah ini.
2. Ahmadiyyah menjalankan SKB ini dengan lapang dada dan sepenuh hati.
3. Pihak-pihak yang kurang setuju atau bahkan tidak setuju diharapkan melakukan dialog bersama dengan pemeluk, pengurus dan pengikut gerakan Ahmadiyyah ini.

Terkait insiden monas, saya berharap pihak kepolisian bertindak adil. Semestinya pihak AKKBB juga ditahan, terutama yang berorasi alias memprovokasi massa FPI sehingga terjadi penyerangan dan mengorbankan para peserta demo. Sekaligus memproses bukti-bukti yang disodorkan FPI. Jangan mentang-mentang dibela orang dekat Presiden maka AKKBB luput dari hukum.

Kepada para mahasiswa, saatnya kembali turun ke Istana Negara. Biarlah masyarakat kita pelupa dan pemaaf dengan segala kebijakan pemerintah. Namun, kenaikan harga BBM mesti tetap ditolak!!. TOLAK KENAIKAN HARGA BBM.

HIDUP MAHASISWA!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!

Updated: SKB Ahmadiyyah

Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

June 2, 2008 by bangzenk · 70 Comments
Filed under: Indonesia, Politik 

Sekali lagi, kita lihat ketidakbecusan Pemerintah RI dan POLRI dalam menanggani kasus-kasus kekerasan. Saya menilai Pemerintah RI dan POLRI selalu bersikap reaktif ketimbang preventif atas setiap masalah yang ada. Bahkan kebanyakan ketika pun hendak diselesaikan yang selesai hanya bagian terluar saja, sedangkan akar masalahnya menjadi kabur.

Sebagai contoh, insiden monas kemarin. Di media massa dapat kita baca bahwa FPI menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Kita kupas sekarang dari dua versi. Versi pertama versi Munarman, selaku Panglima dari Komando Laskar Islam (KLI). Sebagai catatan, KLI inilah yang menyatakan bertanggung jawab atas Insiden Monas kemarin, bukan FPI. Jadi jangan sampai tertipu pemberitaan media.

Dari KOMPAS.COM (saya ambil KOMPAS karena media yang satu ini cukup berimbang dan pembahasannya cukup tajam, baca: gak banyak ralat), berikut pernyataan Munarman. Poin-poin yang saya garis bawahi:

1. Aksi KLI ditujukan untuk mengamankan aksi menolak kenaikan harga BBM.
2. KLI terprovokasi oleh orasi AKKBB yang menyatakan mendukung Ahmadiyyah.
3. KLI menenggarai bahwa aksi AKKBB bukan aksi damai ditunjukkan dengan adanya peserta aksi yang membawa senjata api. Silakan lihat di sini
4. KLI siap bertanggung jawab, bahkan Munarman siap ditangkap dengan satu syarat: bubarkan dulu Ahmadiyyah.

Perhatikan poin pertama tadi, mereka bermaksud menolak kenaikan harga BBM. Jika kemudian jadi anarkis, karena ada orasi (yang menantang) untuk bersikap tentang keberadaan Ahmadiyyah.

Sekarang versi AKKBB yang langsung melapor ke POLDA METRO JAYA dengan didampingi para pendukungnya, seperti Ketua LBH Jakarta Asfinawati, Yenny Wahid, Adnan Buyung Nasution, Goenawan Mohamad, serta Ahmad Suaedy sebagai salah satu korban penyerangan.

1. AKKBB mengindikasikan penyerangan sudah direncanakan
2. Mendesak polisi untuk segera menangkap dan meprosesnya secara hukum pelaku aksi kekerasan di Insiden Monas.
3. Mendesak Presiden untuk membubarkan organisasi yang menebar kekerasan.
4. AKKBB menyatakan, 70 orang cedera akibat penyerangan.

Pernyataan versi AKKBB terkesan menyudutkan tanpa memandang kenapa aksi penyerangan itu bisa terjadi, tidak ada klarifikasi dari tudingan yang disampaikan KLI bahwa AKKBB berorasi membela Ahmadiyyah tanpa memperhatikan bahwa Ahmadiyyah telah menodai Islam dan menyakiti hati para pemeluk Islam yang berupaya menjaga kemurniannya.

Dan lihat reaksi Presiden dan Wakil Presiden kita terhadap aksi ini. Kayak kejadian Poligaminya Aa Gym, mereka langsung bertindak. Bagaimana ketika aksi penolakan kenaikan harga BBM? Bagaimana tentang pembunuhan massal kaum muslimin pada hari raya Idul Fitri 1999 di Poso? Pemerintah yang tai ucing.

Inilah sikap pemerintah kita PENGECUT dan TIMPANG, dan saya sangat khawatir penanganan insiden monas malah mengaburkan penolakan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM juga tentang penyikapan terhadap gerakan Ahmadiyyah yang jika dalam pandangan kaum muslimin gerakan ini sudah terbilang SESAT dan MENYESATKAN. Catatan: jangan mengaku Muslim jika ridho Islam dihinakan oleh Ahmadiyyah. Baca sikap Forum Ulama Umat Islam yang menganggap perlakuan massa FPI (baca: KLI) dalam hal ini terkait Insiden Monas di sini.

Woi, Pemerintah!! beresin dulu akar masalahnya!! berikan kejelasan dan ketegasan sikap tentang Ahmadiyyah. Setelah itu mari bicara tentang para pelaku kekerasan, tidak hanya pada Insiden Monas tapi juga pada tragedi MEI’98 tragedi UNAS lalu.

Kita lihat, seberapa cerdas Pemerintah kita memandang permasalahan ini. Kalau kemudian sama seperti POLRI yang mengalihkan penyerangan kepada para mahasiswa di UNAS lalu dengan kasus Narkoba, atau beberapa contoh yang saya paparkan di atas. Berarti benar: Sudah saatnya SBY-JK diturunkan.

Oleh: Bangzenk a.k.a Muhammad Rijal ARS (Ketua BEMA POLBAN 2006/2007)

Updated: Dewan Da’wah Memandang Insiden Monas
Updated: Munarman menyerahkan diri

Joko Suprapto penemu blue energy akhirnya ditemukan

May 24, 2008 by bangzenk · 18 Comments
Filed under: Indonesia, Politik 

Joko Suprapto, alumnus Teknik Elektro UGM yang sempat dikabarkan hilang sejak 7 Mei 2008 tidak hanya membuat gempar blogosphere tapi juga kalangan Istana Negara akhirnya ditemukan dan telah kembali ke rumah dalam keadaan sakit seperti diberitakan oleh detik.com. Joko merupakan aset bangsa, sebagai cendikiawan juga manusia Indonesia.

Percaya atau tidak, tapi Joko telah membuktikan penemuannya kepada dunia. Kita mungkin belum dapat menerima sepenuhnya hasil temuan beliau. Saya pribadi memiliki dasar keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini. Selama yang dijanjikan oleh Sang Maha Kuasa dalam firman-firmanNya.

Penemuan blue energy untuk pertama kali dipamerkan dalam konferensi tingkat dunia PBB (Climate Exchange Summit) di Bali, November 2007. Saya sendiri sempat berpendapat ini HOAX. Tapi kemudian, beberapa media nasional mulai mengangkatnya ke dalam berita juga keterlibatan BIN dalam pencarian Joko Suprapto beberapa waktu lalu membuat saya meyakini kebenaran cerita ini. Bahkan saya berencana menemuinya setiba saya di Indonesia untuk sekedar silaturahmi, jika memungkinkan saya bersedia bergabung dengan beliau untuk mewujudkan produksi blue energy secara nasional.

Joko sempat menyatakan bahwa alternatif bahan baku yang digunakan adalah air laut, tentu ini merupakan suatu yang bagus. Karena Indonesia sebagai negara maritim yang selama ini belum begitu memperhatikan bahkan memanfaatkan air laut akan mulai memperhatikannya. Permasalahannya adalah, bagaimana sikap pemerintah kita?

“Pemerintah tidak boleh memandang masalah ini sebelah mata. Karena orang ini lebih penting daripada Purnomo Yusgiantoro. Orang ini mampu berfikir alternatif dalam krisis energi. Sementara Purnomo hanya bisa mengotak-atik harga minyak,” ujar anggota Komisi I DPR, Yuddy Chrisnandi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/5/2008) seperti dilansir detik.com.

Yup, orang ini menurut saya juga penting. Jangan sampai negara lain mengambil alih teknologi terbarukan ini. Karena bukan sekali dua kali negeri kita kecolongan para tenaga ahlinya beserta hasil temuannya diboyong oleh negara asing, terutama negara barat yang berduit.

Saatnya kita beralih teknologi dan menghilangkan ketergantungan pada minyak. Semoga pemerintah dapat segera mengambil sikap, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan dan implementasinya dapat menjadi hulu ledak bagi pembangunan bangsa ke depan. Termasuk diantaranya dengan membangun Industri hulu, seperti pengolahan blue energy ini dan juga pembangkit listrik tenaga alam, serta energi berbasis energi terbarukan. Indonesia bisa, selama kita mampu dan mau bersinergi membangun Indonesia sebagai Indonesia.

dari Belanda: Muhammad Rijal ARS

Indonesia Bisa: 100 Tahun Kebangkitan Nasional?

May 19, 2008 by bangzenk · 6 Comments
Filed under: Indonesia, Politik 

Slogan baru yang kabarnya akan diluncurkan pada peringatan 100 tahun kebangkitan nasional membuat saya sedikit tergugah. Sebagaimana kritikan Emha Ainun Najib pada acara bertemakan “Bangkit Negeriku, Harapan itu Masih Ada” yang digagas teman-teman PKS beberapa waktu lalu.

”Bagi saya, Indonesia bukan hanya masih punya harapan, tetapi Indonesia akan bangkit menjadi sangat luar biasa dan punya pengaruh internasional, apalagi segalanya tersedia cukup banyak di negeri ini,”

Dan memang, kita bukan hanya sekedar memiliki harapan. Kita memiliki segudang pekerjaan besar, terlebih masalah kerakyatan-kebangsaan. Sebagai sebuah bangsa yang besar, jelas Indonesia lebih sekedar dari “Indonesia Bisa” atau “Indonesia Harapan”. Kita mesti bergerak, terus bergerak meng-indonesia-kan Indonesia. Bukan sekedar euforia dengan tema kebangkitan nasional yang sejujurnya memberikan tanda tanya besar, atas dasar manakah para petinggi negeri ini kemarin menjadikan 20 Mei 1908 sebagai tonggak kebangkitan nasional.

Kebangkitan nasional bukan terletak pada kesadaran satu-dua orang, atau berdirinya satu organisasi tertentu (apalagi Boedi Oetomo: hanya catatan organisasi ini tidak memiliki visi kebangsaan. Namun sekedar mengambil momentum “kebangkitan nasional” saya menuliskan semangat ini).

Semestinya menjadi kesadaran kolektif untuk terus membangun harapan, membangun perubahan positif, tatanan madani yang berkiblat pada kepekaan nurani dan sabanda sariksa. Sehingga Indonesia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Indonesia bisa kembali “Merdeka” dari keterjajahan dan pengasingan. Indonesia bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya dengan kesetaraan hukum, kejujuran moral dan sinergi yang tangguh diantara seluruh elemen bangsa. Konglomerat yang senantiasa menggunakan ke-konglomerat-annya bagi saudara-saudaranya yang melarat. Para komandan senantiasa memberikan teladan pada bawahannya. Para pendidik bisa bekerja tanpa tertekan siswanya dinyatakan tidak lulus oleh Departemen Pendidikan Nasional. Para pelajar tidak takut tak diterima perguruan tinggi negeri atau swasta sekalipun hanya karena biaya kuliah yang jauh lebih tinggi dari gaji bapak-emaknya sebulan.

Indonesia bisa dan sangat-sangat bisa menjadi bangsa yang jauh berdaulat daripada saat ini, dengan melepaskan belenggu kepentingan individu di benak dan hati para pemimpinnya, dengan melepaskan kepentingan dan kacamata barat dari setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Indonesia bisa menjadi negeri yang makmur dan berkeadilan selama mau belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu baik dari para pemimpin maupun ragam kebijakan yang tak berpihak pada kepentingan rakyat.

Sudah saatnya kita bangkit, terlalu lama kita terdiam alias TIDAK BERGERAK. Mari kita benahi Indonesia, dengan membenahi diri, keluarga, masyarakat di sekitar kita. Tunjukkan bahwa kita adalah SEORANG INDONESIA dengan idealisme kebangsaan kita: Pancasila. Juga dengan keyakinan saudara-saudara sebagai insan Tuhan.

Bangkit negeriku, harapan itu benar-benar masih ada. Kita terlalu kaya untuk dibilang negeri miskin, tapi kita juga mesti sadar bahwa kita miskin untuk dibilang sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alam dan beragam infrastruktur alami yang telah dianugerahkan Allah SWT.

Mari kita berbenah, menegakkan kepala kita menatap masa depan. Indonesia bisa hidup seratus tahun lagi, bahkan seribu tahun lagi. Selama kita jaga dengan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa dengan segala eksistensinya, tak terpengaruh kebudayaan bangsa asing yang banyak tak sejalan dengan kepribadian kita sebagai sebuah bangsa. STOP!! Suda saatnya kita Indonesiakan Indonesia!!

Terakhir, serahkan kepemimpinan bangsa ini kepada orang-orang muda yang kaya akan intelektualitas dan idealisme untuk bekerja secara profesional dan berpihak pada rakyat. Sepanjang sejarah perkembangan bangsa ini, kaum muda tak banyak diberikan tempat yang sepadan dengan kualitasnya sebagai generasi penerus dan insan perubahan. Kami siap membuktikan, bahwa kami layak diberikan tempat sebagai penggerak Republik Indonesia. Karena di jalan kami mungkin dinilai hanya sekedar BICARA, maka jangan halangi kami melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.

Kami bukan Ki Hajar Dewantara, bukan Soedirman, bukan Diponegoro, bukan Soekarno, bukan Hatta, bukan M. Natsir, tapi kami adalah Seorang Indonesia yang belajar dari mereka. Belajar dengan segala keterbatasan keteladanan para petinggi negeri dan fasilitas, serta kebijakan yang mengekang kami untuk bergerak dan berkarya.

Indonesia bisa menjadi lebih baik, dan saya yakin Indonesia akan tetap ada selama saya, kamu, kita tetap bergerak membangun peradaban madani. Negeri adil dan makmur, seperti cita-cita kita dulu. Apa anda yakin dan percaya Indonesia bisa? mari BERGERAK!!

ditulis oleh: Muhammad Rijal ARS

Bantuan Langsung Tunai

May 14, 2008 by bangzenk · 44 Comments
Filed under: Indonesia, Politik 

Kenaikan harga BBM seyogyanya akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia. Blogosphere diwarnai pro dan kontra. Bahkan beragam analisa dari seorang ahli geologi sampai hanya sekedar curhat. Ada juga yang benar-benar menyodorkan solusi.

Ini hanya sedikit ulasan saja, bagaimana kenaikan harga BBM ini sungguh sangat perlu perhatian dari berbagai pihak. Pemerintah sendiri berani mengeluarkan dana sekitar Rp 22,9 M untuk ongkos cetak dan Rp 105 M untuk distribusi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Yang SBY jamin tidak terjamin sepenuhnya sampai pada yang berhak.

Media massa banyak menyorot aksi-aksi menolak kenaikan BBM, tapi kurang sekali melirik para mahasiswa yang menawarkan solusi sakti. TUGU RAKYAT, sepaket solusi yang bisa diambil pemerintah untuk mengatasi bergam masalah di negeri ini.

Bantuan langsung tunai bukanlah sebuah solusi, jauh-jauh hari sudah disampaikan. BLT hanya merupakan bentuk pembodohan, hampir sama dengan kelakuan pemerintah yang membagi-bagikan kompor dan tabung gas gratis. Yang terjadi malah kompor dan tabung gas tersebut dijual lagi. Kebijakan-kebijakan instan seperti ini sesungguhnya akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Terlebih kurangnya akses pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Sehingga masyarakat awam yang tak mendapatkan haknya (pendidikan, dll) menjadi lebih bergantung pada kebijakan sesaat ini.

Pemerintah seharusnya tidak hanya memikirkan kondisi ekonomi makro, jika pemerintah mau belajar dari krisis ekonomi di era ‘97-’98. Sudahlah kita terjepit, pemerintah masih saja berpikir jangka pendek. Ingatan saya dibawa pada pertemuan dengan Bpk. Paskah Suzeta (Menneg Bappenas) di UNPAD dua tahun silam. Ketika itu dihadapan mahasiswa beliau memaparkan blue print Indonesia 2005-2025. Kenyataannya yang digarisbawahi hanya ekonomi makro dan industrialisasi, sedangkan di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan juga aplikasi teknologi kurang sekali terpresentasikan. Tambahan informasi kebijakan pemerintah RI yang dipandang dunia bisa didapat di World Resource Institute.

Adapun sebuah masukan dari perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) Australia dapat didownload di sini. Juga masukan tentang Rencana Jangka Panjang Indonesia ke depan terkait pendidikan dapat dilihat di sini.

Akan seperti apakah Indonesia pada tahun 2025 jika rakyatnya masih dicekcoki budaya instan oleh para pemegang kekuasaan seperti bantuan langsung tunai ini. Nah, kalau berkaitan dengan pencabutan subsidi BBM?. Hanya masalah waktu sebenarnya, tapi tidak sekarang.

Coba kaji kembali tawaran bijaksana dari para mahasiswa: TUGU RAKYAT. Belajar dari kesalahan Pemerintahan Megawati yang menjual Indosat dan beberapa aset nasional lainnya ke pihak asing, maka kembali TUGU RAKYAT memberikan perhatian terhadap kebijakan itu. Terlebih rencana pemerintah yang akan memprivatisasi Krakatau Steel (KS).

Bagaimana pandangan pembaca budiman??

Ditulis oleh: Muhammad Rijal ARS

Referensi: Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025

Next Page »