Menggugat KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ke hari semakin menunjukkan giginya. Aku takut jika nanti komisi ini akan menggiringku ke rumah besi. Tidak!! Aku tak mau dan tidak boleh membiarkan mereka memupus mimpiku menjadi tiran di Indonesia.

Petikan kalimat di atas seperti terujar di muka para petinggi DPR, saking merasa “paling berkuasa”. Beberapa petinggi DPR terkesan menghalang-halangi penggeledahan ruang kerja Al-Kidzb (tak pantas rasanya disebut Al-Amin) dalam penyidikan dugaan kasus penyuapan.

Ya, KPK sepanjang hari kemarin berhasil menggeledah enam ruangan di gedung DPR. Setelah beberapa waktu lalu pernyataan-pernyataan miring yang terkesan kurang berkenan atas sepak terjang KPK membuat panas kuping ini.

Pernyataan penolakan penggeledahan dari beberapa petinggi DPR adalah pernyataan yang melanggar konstitusional, lah kan KPK dibuat oleh mereka ini toh. Tentu dengan i’tikad mengembalikan citra hukum Republik ini bukan? Kok dihalang-halangi. Namun, demikian prosedur hukum tetap harus dipenuhi. Seperti izin dari ketua peradilan, terus disaksikan oleh saksi. Kenapa para petinggi negeri ini harus takut?? Bukankah KPK hanya menjalankan tugas yang diamanatkan konstitusi yang dibuat DPR bersama Pemerintah?.

Sempilan hati mulai berburuk sangka, apakah ada yang disembunyikan di ruang kerja DPR itu? hayoo… Kalau tidak, mengapa harus takut digeledah??

Sudahlah, meski terlambat Ketua DPR akhirnya mengizinkan juga. Meski ada ruang yang mesti dibobol (dan tidak berhasil dibuka) hingga mesti dibuka dari dalam (lewat platfon). Edan gini.. Resistansi yang ditampilkan oleh sebagian anggota DPR ini tidak patut dicontoh. Padahal semestinya DPR berterimakasih pada KPK yang berusaha mengembalikan apa yang hilang di Orde Baru, “Semua warga negara sama dihadapan hukum”.

Majulah KPK, meski digugat orang-orang sok pintar itu. Termasuk permasalaha obligor bandel dana BLBI.

Anggota DPR Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Soeripto meragukan keseriusan pemerintah dalam mengusut tuntas kasus BLBI. Menurutnya, kasus mega skandal yang melibatkan para konglomerat hitam itu, hanya bisa dibongkar, apabila rakyat bersatu dan menganggap para pelaku sebagai musuh bersama.

Usulan yang dari Soeripto disampaikan di panggung jaringan aktivis ProDem hari minggu kemarin.  Mari kita dukung pemberantasan korupsi!! Jadikan koruptor musuh masyarakat!!! Beranikah kita?


Monetize your web site

Leave a Reply