Refleksi 9 Pekan Menuju Indonesia
Kawan, hari-hari di Belanda semakin tak berasa. Rasa kangen pada Indonesia sudah pada titik klimaksnya, tak bisa tidak aku harus pulang. Meredakan gejolak jiwa yang tak mampu kusiasati. Memahami peranan sebagai insan intelektual (kata orang: mahasiswa) sesungguhnya adalah beban tersendiri, terlebih di Indonesia kabarnya sedang marak demonstrasi menolak kenaikan harga BBM (yang sudah dinaikkan). Apa jadinya bangsa ini ke depan, jika terus menerus seperti ini. Siapa yang salah? Pertanyaan itu yang terlintas dipikiranku. Aku juga salah, hanya diam saja. Tapi aku sudah menulis sikapku di-blog ini. Setidaknya aku peduli.
Kata Mas Iman, mahasiswa sekarang kehilangan figur pemimpin. Aku harus pulang, batinku. Ya meski pulang tak lagi berstatus mahasiswa, setidaknya aku bisa berbuat lebih nyata (secara jiwaraga) jika berada di Indonesia. Bismillah.. Mas Iman, kita bangun Indonesia sama-sama.
Sembilan pekan menuju Indonesia akan banyak diwarnai beberapa hal, menuntaskan in action 2008. Kuliah stage-3 alias internship di Philips Lighting ini sambil menengahi bosan, terus persiapan menikah yang undangannya dah dibuat di sini jangan sampai terlewat ya! sekalian kopi darat.
Tentang kuliah lagi atau kerja dulu, alhamdulillah ada peluang untuk Master By Research di UTP (Malaysia) insya Allah intake Januari. Sambil berharap yang terbaik, soalnya SHELL juga kayaknya nawarin kerjaan di Belanda sini. Ada pendapat? Coba tanya mas Anjar ah..
Oiya, Achmad Zaini Suparta katanya orang Tasikmalaya? duh malu-maluin aku ini. Ya Allah berikan petunjuk bagi bangsa Indonesia, Engkaulah Yang Maha Esa yang kami maksudkan di-Pancasila. Maka, lindungilah kami dari kebejatan dunia ini. Juga dari kedzaliman para pemimpin kami. Enyahkan para koruptor itu dari bumi Indonesia. (mulai ngelantur nih doánya: maklum weekend)
Kabar lanjutan tentang blue energy, fotonya bisa dilihat diblog Kang Rovicky. Sekaligus penjelasan resmi dari pemerintah tentang kenaikan harga BBM dari Kang Rovicky juga. Bisa diunduh di sini: Latar Belakang Kenaikan BBM versi Pemerintah
Aku bukan berarti sepakat akan kenaikan harga BBM, hanya memberikan wawasan agar mudah bagi kawan-kawan bersikap. Aku juga masih nunggu latar belakang penolakan BBM versi mahasiswa. Kalau kawan-kawan punya tolong beritahu aku.
Oiya, insya Allah akhir Juli aku mau maen ke tempat alang babega alias bang Empi Muslion yang lagi asyik membujang di Lyon (Perancis) dan sedang giat-giatnya juga nulis racauan Achmad Zaini Suparta orang kaya asal Tasikmalaya (masih katanya). ![]()
Salamhangat, Orang Tasik Asli Nih!!











wakukakakakukikiiii
orang tasik euyyy…
ehh aku setuju lagi ama Achmad Zaini, siapa coba orang Indonesia sekarang yang peduli kayak dia… selain Bangzenk kalee yang urang tasik ogeehhh…..
eh Rizal mau kawin ?
kapan ?
ini dah bulan May neeh
mayby yes or mayby no ?
mau doong kawin, ikuut ikutttt hahahahahaa…
jangan lupa ondangannya yaa ?
Insya Allah saya datang, minimal lewat Do’a dalam hari kebahagiaanmu….
beteeeendweee
benar neeh mo demonstrasi ke Lyon ?
ditungku ehh ditunggu tapi jangan lupa bawa pentungan buat ngusir nyamuk hahahahaa….
Salam Jabat Erat
“Rasa kangen pada Indonesia sudah pada titik klimaksnya, tak bisa tidak aku harus pulang.”
Ya iya atuh kalau ga pulang gedung sewaannya ta pake aja ya kang? :d
SUKSES!
hwaa… bentar lagi lulus ya jal?
keren…
semoga saya dikasih kesempatan buat dateng…