AFF Cup 2008: Indonesia and Singapore run to semi-final

Indonesia and Singapore ensure a place in the semi-final round AFF Cup 2008. Red-white team get a ticket after reaching the 4-0 victory over Cambodia in the match, which was held Sunday (7 / 12) at the Main Stadium Gelora Bung Karno, Jakarta. Meanwhile, in the earlier match, Singapore’s first slip away from the heat elimination after the group beat Myanmar with a score of 3-1.
Keep update about AFF Suzuki Cup 2008
Dari Film Fitna hingga Penggusuran Rawasari
Hati ini lagi panas, sangat-sangat panas. Setelah salah seorang anggota parlemen Belanda dari Partai Kebebasan merilis film fitna. Semoga Allah SWT menurunkan azabnya bagi Wilders. Memang menarik sekali film-nya sehingga menjadi topik di blogsphere seperti di sini, sini, sini, sini, dan sini.
Banyak juga yang sengaja mengirim pertanyaan via YM saya, hanya karena kebetulan saya tinggal di Belanda. Tak terkecuali adik saya yang kuliah di FIKOM UNPAD, yang penasaran tentang bagaimana film fitna itu sebenarnya. Entah apa yang kawan-kawan di Indonesia pikir.
Yang jelas, saran saya jika saudara MUSLIM kemudian TIDAK SENANG dengan keberadaan FILM FITNA. MAKA, JANGAN habiskan waktu untuk MENONTON FILM FITNA!. Apalagi men-download atau menyebarluaskannya. ITU sama saja dengan MENYAKITI perasaan MUSLIM, terutama yang ada di negeri Belanda ini. Tentu saja AKAN membuat WILDERS senang. Karena kaum Muslimin pun bereaksi dengan FILM FITNA tersebut.
Kembali, hati lagi panas. Setelah membaca berita sebulan lalu tentang penggusuran di Rawasari, DKI Jakarta. Lebih lengkap ada di sini, juga kompas, okezone, liputan6. Makan hati, sangat makan hati. Penggusuran di daerah Rawasari merupakan pelanggaran hak azasi manusia versi orde baru dan sekarang menjelma pada PEMDA DKI. Sudah dari awal saya tidak percaya pada pasangan Fauzi Bowo dan Prijanto. Bukan hanya karena kredibilitas mereka dan trackrecord mereka sebelum ini yang kurang, tapi juga karena keberpihakannya kepada kaum kecil dan menengah sangat kurang. Lengkap sudahlah ketidakpercayaan ini dan menjadikan mereka sebagai kaki tangan pemegang modal dan pemilik uang.
Penggusuran dari masa ke masa selalu saja menjadikan masyarakat kecil menjadi korbannya. Di manakah matahati para birokrat dan PEMDA DKI ini?? Tak ingatkah mereka pada janji kampanye mereka?? Ya, inilah realitas. Sebagai catatan semoga tidak terjadi hal yang sama di daerah-daerah lain.
Penggusuran di Rawasari sekali lagi merupakan tindakan semena-mena dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Melalui tulisan ini saya mengecam perlakuan PEMDA DKI yang telah menelantarkan warganya dan saya mendukung pengusutan tuntas atas ketidakadilan ini di hadapan hukum.
Memoar kerinduan pada Tanah Air, Indonesia




