Daftar Anggota Komisi IV DPR yang Diduga Menerima Suap
Indikasi 50 anggota Komisi IV DPR terima uang suap alih fungsi hutan Bagan Api-Api, kini ke 50 anggota DPR tersebut sedang di awasi oleh KPK. (F-PKS)
Berikut nama-nama anggota Komisi IV DPR RI yang diambil dari Website DPR-RI, 49 orang diantaranya diduga menerima suap:
1.Ketua Komisi IV: Ishartanto (PKB)
2. Wakil Ketua Mindo Sianipar (PDIP)
3. Wakil Ketua Syarfi Hutauruk (Golkar)
4. Wakil Ketua Suswono (PKS)…kembalikan uang
5. Wakil Ketua Hilman Indra (Bintang Pelopor Demokrasi)
Anggota:
6.Joseph Wiliem Lea Wea (Bintang Pelopor Demokrasi)
7.Rusman H M Ali (Bintang Reformasi)
8. H Iman Syuja (PAN)
9. Darmayanto (PAN)
10. Nazamuddin (PAN)
11. Nurhadi M Musawir (PAN)
12.Sudjud Sirajudin (PAN)
13.Apri Hananto Sukahar (PDS)
14.Idham SH (PDIP)
15.Elviana (PDIP)
16.Djoemat Tjiptowardojo (PDIP)
17. Mardjono (PDIP)
18. Ganjar Pranowo (PDIP)
19. Wowo Ibrahim (PDIP)
20.I Made Urip (PDIP)
21.Jacobus Mayong Padang (PDIP)
22. Surya Supeno (Partai Demokrat)
23.I Wayan Sugiana (Partai Demokrat)
24.Nuraeni A Barung (Partai Demokrat)
25. Maruahal Silalahi (Partai Demokrat)
26. Sarjan Tahir (Partai Demokrat)
27. Indria Octavia Muaya (Partai Demokrat)
28. Bomer Pasaribu (Partai Golkar)
29. Azwar Chesputra (Golkar)
30. Ismail Tadjudin (Gollar)
31. S Sumiyati (Golkar)
32. Markum Singodimedjo (Golkar)
33. Soekotjo Said (Partai Golkar)
34.Mohammad Ali Yahya (Golkar)
35.Sumarjaya Linggih (Golkar)
36. Mukhtarudin (Golkar)
37.Fachri Andi Leluasa (Golkar)
38.Mustika Rahim (Golkar)
39. Zainudin Amali (Golkar)
40.Robert Joppy Kardinal (Golkar)
41.Syamsul Hilal (PKS)….kembalikan uang
42.Djalaludin Asy Syatibi (PKS)….kembalikan uang
43.Umung Anwar Sanusi (PKS)….kembalikan uang
44.Tamsil Linrung (PKS)…kembalikan uang
45. Arifin Junaidi (PKB)
46. Mufid A Busyairi (PKB)
47. Ahmad Rawi (PKB)
48. Ariono Wijanarko (PKB)
49. Al Amin Nur Nasution (PPP)….ditangkap KPK
50. Endang Kosasih (PPP)
51.Faqih Chaironi (PPP)
52 .Masusoh Ujati (PPP)
53. Rusnain Yahya (PPP)
54. Hifnie Sarkawie (PPP)
Drama Korupsi Indonesia
Filed under: Catatan Anak Manusia, Download Gratis, Politik
Ringtone Kemas Artalyta Untung Urip, ah.. ini benar-benar drama korupsi. KATAKAN TIDAK UNTUK KORUPSI, SEKARANG JUGA!!
Aye ikut nyebarin ringtone percakapan para oknum penegak hukum dan tersangka agar ada efek jera buat para koruptor!!
BLOGGER BENCI KORUPTOR!! silakan download ringtone percakapan mereka di sini
Tanggal 2 Maret 2008 Artalyta Suryani (AS) dan Untung Udji Santoso (UU) bercakap-cakap via telepon.
AS : Coba sampeyan telepon dulu ke Antasari
UU : Udah, mati teleponnya
AS : Disuruh nyari dong. Ferry suruh nyari
UU : Ferry juga nggak ngangkat
AS : Jadi gimana? Inikan mesti ngamanin bos kita semua. Aku jawabnya apa?
UU : Usahakan cepet you keluar, nyari Antasari deh
AS : Ya dimana, dia rumahnya dimana?
UU : Ya, anu…di BSD sana waktu itu, nggak tahu juga. Tapi jangan, jangan ke rumahnya
AS : Kemana?
UU : Ketemu di hotel atau dimana deh
AS : Ya aku udah mau dibawa
UU : Haaa?
AS : Aku mau dibawa, sampeyan lah kejar cari dia mas, kan nggak ketara kalo sampeyan
UU : Iya, tapi teleponnya..Aku nggak ngerti rumahnya. Teleponnya nggak ngangkat. Aku udah minta Wisnu
AS : Sekarang susulin
UU : Tak telepon dulu deh
AS : Sekarang sampeyan susulin, gerilya sama Wisnu
UU : Aku sudah telepon Wisnu, demi Allah
AS : Apa kata Wisnu?
UU : Sudah dibuka teleponnya. Kamu punya telepon lain nggak? Nggak punya…Lah, gimana?
AS : Wah, sekarangkan aku udah mau dibawa (petugas KPK-red). Supaya keterangannya sama gimana? Kan jangan sampai kena semua.
UU : Kenapa sih, kok Minggu-minggu (hari Minggu), nggawe gawean wae (bikin kerjaan saja)
AS : Makanya, aku dari luar kota, dia maksa hari ini (tidak jelas siapa yang dimaksud “dia” oleh Artalyta)
UU : Kacau kabeh.
Dalam percakapan Untung mencoba menyampaikan rencana skenario Kejaksaan Agung akan melakukan penangkapan terhadap Artalyta. (bersambung)
*Sumber Percakapan: Kompas.Com
Menggugat KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ke hari semakin menunjukkan giginya. Aku takut jika nanti komisi ini akan menggiringku ke rumah besi. Tidak!! Aku tak mau dan tidak boleh membiarkan mereka memupus mimpiku menjadi tiran di Indonesia.
Petikan kalimat di atas seperti terujar di muka para petinggi DPR, saking merasa “paling berkuasa”. Beberapa petinggi DPR terkesan menghalang-halangi penggeledahan ruang kerja Al-Kidzb (tak pantas rasanya disebut Al-Amin) dalam penyidikan dugaan kasus penyuapan.
Ya, KPK sepanjang hari kemarin berhasil menggeledah enam ruangan di gedung DPR. Setelah beberapa waktu lalu pernyataan-pernyataan miring yang terkesan kurang berkenan atas sepak terjang KPK membuat panas kuping ini.
Pernyataan penolakan penggeledahan dari beberapa petinggi DPR adalah pernyataan yang melanggar konstitusional, lah kan KPK dibuat oleh mereka ini toh. Tentu dengan i’tikad mengembalikan citra hukum Republik ini bukan? Kok dihalang-halangi. Namun, demikian prosedur hukum tetap harus dipenuhi. Seperti izin dari ketua peradilan, terus disaksikan oleh saksi. Kenapa para petinggi negeri ini harus takut?? Bukankah KPK hanya menjalankan tugas yang diamanatkan konstitusi yang dibuat DPR bersama Pemerintah?.
Sempilan hati mulai berburuk sangka, apakah ada yang disembunyikan di ruang kerja DPR itu? hayoo… Kalau tidak, mengapa harus takut digeledah??
Sudahlah, meski terlambat Ketua DPR akhirnya mengizinkan juga. Meski ada ruang yang mesti dibobol (dan tidak berhasil dibuka) hingga mesti dibuka dari dalam (lewat platfon). Edan gini.. Resistansi yang ditampilkan oleh sebagian anggota DPR ini tidak patut dicontoh. Padahal semestinya DPR berterimakasih pada KPK yang berusaha mengembalikan apa yang hilang di Orde Baru, “Semua warga negara sama dihadapan hukum”.
Majulah KPK, meski digugat orang-orang sok pintar itu. Termasuk permasalaha obligor bandel dana BLBI.
Anggota DPR Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Soeripto meragukan keseriusan pemerintah dalam mengusut tuntas kasus BLBI. Menurutnya, kasus mega skandal yang melibatkan para konglomerat hitam itu, hanya bisa dibongkar, apabila rakyat bersatu dan menganggap para pelaku sebagai musuh bersama.
Usulan yang dari Soeripto disampaikan di panggung jaringan aktivis ProDem hari minggu kemarin. Mari kita dukung pemberantasan korupsi!! Jadikan koruptor musuh masyarakat!!! Beranikah kita?



