viagra

Bunda, maafkan anakmu..

December 24, 2007 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Catatan Anak Manusia, Cinta 

Yang paling aku tak tahan adalah melihat bunda menangis karena kesalahanku. Seingatku, dua kali aku membuatnya menangis. Dan keduanya sangat-sangat aku sesali.

Parahnya di hari Ibu kemarin, entah kenapa telepon via internet ke rumah ga nyambung2. Tambah bête, tapi tak apalah, semoga postingan ini menebus kerinduanku pada bunda.

Ibu, selama ini aku tak begitu memperhatikanmu.. betapa keriput di wajahmu bertambah seiring bertambahnya kenakalanku dari masa ke masa. Rautmu tak pernah berubah untuk menatap setiap raut wajahku yang kadang meledak-ledak ketika berbicara denganmu.

Ibu selama ini aku tak begitu menyadari.. betapa cintamu padaku begitu besar, lebih besar dari pacar-pacarku di masa lalu. Bahkan, jauh pengertian daripada wanita yang pernah menjadi pendamping hidupku. Hingga akhirnya aku mengerti, semua yang kauberi adalah cintamu yang tak mungkin kubalas. Meski dengan goresan karya dan pengabdian seumur hidupku.

Bila mengingatmu, aku tak sanggup untuk tak menangis. Dengan berat kelahiranku, semestinya aku sadar bahwa Sembilan bulan engkau bawa aku kemana engkau berjalan. Sungguh, itu sangat memberatkanmu. Tapi, sampai hari ini engkau tak pernah menagihku untuk membalas itu.

Kata-kata kemarahanmu membuatku merinding, karena memang hanya engkaulah manusia yang pernah melahirkanku ke dunia ini. Maafkan aku Bunda..

Karena kebajinganku telah membuatmu menangis di beberapa bulan ke belakang. Di masa yang seharusnya aku bisa menjadi kebanggaanmu sebagai seorang putra. Dan waktu tak mungkin berulang, seperti sesal ini yang takan pernah hilang. Aku sadar betul engkau adalah wanita tegar. Setegar ketika engkau melahirkanku, meski bapak tak ada di sisi Ibu kala itu. Kutahu bapak pun menyesal karena dating terlambat. Tapi, aku tahu juga bapak berusaha untuk hadir di sisimu. Meski harus berjalan kiloanmeter di tengah hutan yang selama 3 tahun kemarin jadi tempat aku menuntut ilmu.

Kalau saja aku tahu bagaimana membalas semua jasamu, aku ingin sisa umurku ini bisa membahagiakanmu. Aku tak ingin melihatmu menangis lagi. Aku tak ingin buatmu menyesal telah melahirkanku ke dunia. Aku mencintaimu, bahkan lebih dari cintaku pada hidup ini. Aku rela mati, demi ridhomu atas kehadiranku.

Sekarang, jauh jarak aku darimu. Tapi ketahuilah, hadirmu begitu dekat di hatiku. Di hari-hari aku sendiri, engkau jadi semangat untuk aku bertahan dan tidak mengeluh. Seperti engkau yang tak pernah mengeluh membawaku dalam rahimmu, menetekku selama sekian bulan, padahal berat kelahiranku itu..

Bunda, aku mencintaimu. Ijinkan aku menjadi anakmu.. meski kusadari, aku terlalu bajingan untuk menjadi seorang manusia. Selamat hari Ibu.

Vlissingen, dalam harap kudapat mendekapmu erat..

Plato, Cinta, dan Perkawinan

October 31, 2007 by bangzenk · Leave a Comment
Filed under: Catatan Anak Manusia, Cinta 

Ijinkan saya mengutip sbuah e-mail dari seorang kawan,, belajar tt cinta dari Plato,, selamat menikmati,, maaf blum bisa banyak nulis, maklum gi belajar.. 

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? ”

Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah
satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun. Read more