Refleksi 5 Pekan Menuju Indonesia
Final Piala Eropa 2008 beberapa hari lagi, rame atuh pastinya. Setelah mengalahkan Rusia, Spanyol akan menghadapi Jerman di final Vienna, 31 Juli 2008 nanti. Terlepas dari hasil pertandingan piala eropa 2008, akhirnya laporan tugas akhir beres juga.

Laporan tugas akhir kali ini bertemakan Nanoteknologi, apa itu Nanoteknologi? Hhm.. Insya Allah kapan-kapan aye jelasin. Sebagai pembuka mainlah ke Nanotechnology Blog. Itu blog kumpulan artikel bertemakan Nanotechnology dan Nanoscience. Hal baru? Tidak bagi para scientist ternyata. Read more
Bux.to PTC Menjanjikan
Bux.to program PTC yang menurut aye cukup menjanjikan. Meski sampe saat ini belom juga dapet duitnya (baru 2,35$). Kalo rajin online, aye saranin ikutan deh. Cuma liatin iklan 30 detik. Satu iklan dihargai 0,01$, tiap hari rata-rata 10-20 iklan. Payout minimal 10$ dibayar lewat alertpay.
Jadi kalo kalkulasi kasar, itung-itung gada kerjaan ikutan Bux.to sehari cuma alokasiin 30 detik x ~10 iklan = ~5 menit. Dan dapet duit sekitar ~0,1$. Memang perlu 100 hari kalo mau dapet payout, tapi itu kalo tanpa referal. Kalo kita punya referal, kita dapet duit juga kalo referal kita liat iklan. Besarannya sama 0,01$. Kalo minat silakan daftar sini (gratis).
Ini gambaran yang ditawarkan Bux.to, aye kagak jamin ente pade dapet seperti ini. Tapi ya kasarnya (mah) begini.
» You click 10 ads per day = $0.10
» 20 referrals click 10 ads per day = $2.00
» Your daily earnings = $2.10
» Your weekly earnings = $14.70
» Your monthly earnings = $63.00
*Catatan: Kalo daftar tanpa pe-refer, keanggotaan ente bakal dijual ke member premium. Aye kagak maksa ente pade kudu daftar via referal aye. Bebas bow, tulis alamatnya langsung juga gapapa Bux.to. Tapi kalo mao berbagi cerita rejeki ya silakan daftar di sini. (lansung dapet 0,05$, bonus daftar)
*Makasih banyak bagi yang udah mendaftar via referal aye. Aye do’akan moga cepet payout (10$ = ~93.000 rupiah = 31 jam rental warnet
)
Simpang
pernah suatu ketika aku bersimpang jalan dengan waktu, Ia bertanya “hendak kemanakah aku?”. aku membisu, karena selama ini aku membiarkan kakiku melangkah kemana ia ingin. Entah melawan arus waktu atau mengalir bersama sang waktu.
saat itu aku hanya terpaku, dan untuk kedua kalinya Ia bertanya “hendak kemanakah aku?”. semestinya aku hanya perlu menjawab “tak tahu”, tapi aku terlalu malu. karena seyogyanya sang waktu selalu berjalan maju, dan tak pernah berhitung mundur.
aku sedang merenungi, sejauh mana langkah kaki ini mengikuti sang waktu. dua jam berlalu, masih di simpang tadi. dan ketika kusadari, yang bertanya tak lagi di depanku. Aku coba mengejarnya, barangkali masih tak jauh.
Sejam, dua jam, sehari, dua hari, sang waktu tak dapat kutemui. dan hitungan bulan berlalu, aku sendiri masih kebingungan mencari jawaban yang pas untuk kujawab dan kupertanggungjawabkan pada sang waktu yang bertanya.
sisi hati meragukan eksistansi diri, “hendak kemanakah aku?” tanya hati. sekali lagi aku menyelami tanya dalam hati, smoga kali ini kudapat jawaban sejati. entah mengapa, aku ingin bisa menjawab pertanyaan ini dengan sebaik-baiknya. padahal belum tentu juga aku punya cukup waktu untuk melangkahkan kakiku. tapi, aku berharap ketika sang waktu bertanya lagi (meski entah kapan) aku bisa menjawabnya dengan lugas dan penuh keyakinan.
“aku hendak kemana aku menuju”, begitu aku coba meresapi jawaban yang kutemui di hati. pertanyaan berikutnya, hati masih tak tahu kemanakah aku menuju, “hendak kemanakah aku menuju??”. dan kembali aku tertegun.
bantu aku menjawab tanya hati di hatiku. semoga aku bisa menemukan jawabannya, sebelum sang waktu datang dalam rupa yang lain. hingga simpang ini cukup mengarahkan aku, kemana aku menuju.
Reimbursement
Ada yang sering membuat resah di beberapa hari ke belakang. Entah pengaruh masa lalu pernikahan yang tidak berjalan mulus, sehingga menjadi belenggu diri. Atau karena persoalan kuliah saat ini.
Kuliah di luar negeri bagi sebagian besar orang merupakan hal yang menarik, begitupun bagi saya. Alhamdulillah, kesempatan itu datang lebih awal. Bahkan sebelum wisuda program diploma saya tahun ini.
Tiga bulan berlalu, perkuliahan berpindah tempat ke luar kota. Memang agak jauh, kurang lebih 3 jam dengan menggunakan kereta. Belanda termasuk negara yang memiliki alat transportasi publik yang baik dan relatif nyaman. Sehingga perjalanan Vlissingen-Utrecht, serasa biasa saja. Meski terkadang cukup melelahkan. Setiap pekan dari Rabu sampai Jum’at ada kelas tatap muka (meeting) di Utrecht. Sedangkan Senin dan Selasa masih bisa melalui video conference. Oleh karena itu setiap Selasa malam saya berangkat ke Utrecht, dan kembali ke Vlissingen pada Jum’at malam.
Bisikan Musim Gugur
Bisikan Musim Gugur
Dimensi kata hati tak selamanya bundar Mengikis berpacu tanah-tanah berbatu menyusuri lembah Penadah resah seakan terpaku, terlumpuhkan sendi haru Ada bias mentari di balik awan hujan musim gugur Mempertanyakan langit yang biru
Dan ayuhan sepeda membawaku pada bayangan senja Menutupi luka hari-hari, merasuki sedalam hening
Seberkas dari badai semalam, menimpuki kehadiran pagi Di balik tirai yang mendua jadi bisu Ketiadaan waktu, keblingsatan hari-hari menggapai pelangi
Berlari menyusuri setiap serpihan terberai Dari tikungan hingga angan yang beranjak berderang, di tepi kawah Gejolak padu mendendangkan ke sana
Melagukan hangat balutan rindu tatapanNya.
Vlissingen dalam tertatih, menapaki stage-2
Badai-Stage Satu
Assalamu’alaikum,,
Apa kabar kawan2 smua?? Smoga senantiasa dalam keadaan sehat dan bermanfaat.. Hari-hari di sini masih seperti biasa, ricuh. Tak karuan. Bukan masalah apa-apa, cuaca di Belanda memang seperti ini “katanya”. Badai, gluduk.. angin gede.. hujan es batu, bukan salju lho.. parah.
Ya, jelas dingin mah jadi menu wajib khidupan di sini. Baju rangkep tiga bow!! Blum musim dingin padahal. Asem kan?? Mana rokok stoknya dah mo abis lagi sodara2!! Ada yg mo ngirim ga?? He2
Read more
it’s about our choices
Actually, I just wanna share.. so many time in my life is useless, I hope I can repair it with this blog,, my friend send an e-mail with this story,, read it carefully,, it’s about our choices not our destiny. Read more
Plato, Cinta, dan Perkawinan
Ijinkan saya mengutip sbuah e-mail dari seorang kawan,, belajar tt cinta dari Plato,, selamat menikmati,, maaf blum bisa banyak nulis, maklum gi belajar..
Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? ”
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah
satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun. Read more



