Munarman Menyerahkan Diri
Munarman bukan pengecut, setelah SKB Ahmadiyyah dikeluarkan oleh pemerintah. Munarman menyerahkan diri Senin malam, Ia datang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan naik taksi dan didampingi pengacaranya, Syamsul Bahri. Penyerahan diri Munarman dibenarkan pula oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana.
Menanggapi SKB Ahmadiyyah membuat saya jengkel. Bagaimana tidak, isinya semakin menunjukkan ketidaktegasan pemerintah. Saya memandang SKB yang dikeluarkan bersifat ragu-ragu dan timpang. Tapi, itu hanya pandangan saya. Silakan kawan-kawan komentari.
SKB tersebut berisi 6 butir keputusan. Butir-butir SKB tersebut dibacakan Menteri Agama Maftuh Basyuni, didampingi Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Mendagri Mardiyanto di Kantor Departemen Agama, Jakarta, Senin (9/6) sore.
“Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia, atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agam itu, yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu,” demikian Maftuh Basyuni membacakan butir pertama SKB tersebut.
Penganut, anggota dan/atau anggota pengurus JAI juga diingatkan, sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam. Penyimpangan tersebut berupa penyebaran paham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW. Bagi penganut Ahmadiyah yang tidak mengindahkan dua butir peringatan di atas, dikatakan Maftuh, dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“SKB ini juga memberikan peringatan dan memerintahkan warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota dan/atau anggota pengurus JAI,” kata Maftuh lagi. Sumber: Kompas.Com
Sebagai tambahan, berikut komentar Habib Rizieq dari dalam tahanan Polda yang dibacakan Amir MMI Abu Bakar Baásyir seusai berkunjung.
SBY pengecut, SKB Ahmadiyah banci. Saya (Rizieq) menyerukan umat Islam untuk terus berjuang dan mendesak agar mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah. Ahmadiyah telah menodai Islam, penodaan Islam tidak boleh dilokalisasi, sehingga wajib dibubarkan,” ujar Baasyir.
Lima tuntutan yang disampaikan Rizieq. Pertama, bubarkan organisasi Ahmadiyah, kedua, melarang penyebaran agamanya, ketiga, menutup kegiatannya, keempat, menutup tempat kegiatannya dan kelima, membina warga Ahmadiyah. “Selama masa pembinaan, mereka harus ber-KTP Ahmadiyah, tidak boleh Islam. Kecuali mereka sudah kembali ke Islam. Mereka juga tidak boleh menikahi orang Islam selama masih Ahmadiyah,” kata Baasyir.
Tanggapan Fraksi-fraksi di DPR cukup beragam. FPAN, FPKS, dan FPPP sedikit banyak sama: setuju dengan SKB yang dikeluarkan pemerintah. FPDI-P tidak setuju, karena dianggap masih kurang memuaskan berbagai pihak. Kalau saya pribadi, sementara ini SETUJU dengan catatan:
1. Pemerintah dan Kepolisian bersikap konsisten dan adil terhadap pelaksanaan isi dari SKB terkait Ahmadiyyah ini.
2. Ahmadiyyah menjalankan SKB ini dengan lapang dada dan sepenuh hati.
3. Pihak-pihak yang kurang setuju atau bahkan tidak setuju diharapkan melakukan dialog bersama dengan pemeluk, pengurus dan pengikut gerakan Ahmadiyyah ini.
Terkait insiden monas, saya berharap pihak kepolisian bertindak adil. Semestinya pihak AKKBB juga ditahan, terutama yang berorasi alias memprovokasi massa FPI sehingga terjadi penyerangan dan mengorbankan para peserta demo. Sekaligus memproses bukti-bukti yang disodorkan FPI. Jangan mentang-mentang dibela orang dekat Presiden maka AKKBB luput dari hukum.
Kepada para mahasiswa, saatnya kembali turun ke Istana Negara. Biarlah masyarakat kita pelupa dan pemaaf dengan segala kebijakan pemerintah. Namun, kenaikan harga BBM mesti tetap ditolak!!. TOLAK KENAIKAN HARGA BBM.
HIDUP MAHASISWA!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!
Updated: SKB Ahmadiyyah
Refleksi 9 Pekan Menuju Indonesia
Kawan, hari-hari di Belanda semakin tak berasa. Rasa kangen pada Indonesia sudah pada titik klimaksnya, tak bisa tidak aku harus pulang. Meredakan gejolak jiwa yang tak mampu kusiasati. Memahami peranan sebagai insan intelektual (kata orang: mahasiswa) sesungguhnya adalah beban tersendiri, terlebih di Indonesia kabarnya sedang marak demonstrasi menolak kenaikan harga BBM (yang sudah dinaikkan). Apa jadinya bangsa ini ke depan, jika terus menerus seperti ini. Siapa yang salah? Pertanyaan itu yang terlintas dipikiranku. Aku juga salah, hanya diam saja. Tapi aku sudah menulis sikapku di-blog ini. Setidaknya aku peduli.
Kata Mas Iman, mahasiswa sekarang kehilangan figur pemimpin. Aku harus pulang, batinku. Ya meski pulang tak lagi berstatus mahasiswa, setidaknya aku bisa berbuat lebih nyata (secara jiwaraga) jika berada di Indonesia. Bismillah.. Mas Iman, kita bangun Indonesia sama-sama.
Sembilan pekan menuju Indonesia akan banyak diwarnai beberapa hal, menuntaskan in action 2008. Kuliah stage-3 alias internship di Philips Lighting ini sambil menengahi bosan, terus persiapan menikah yang undangannya dah dibuat di sini jangan sampai terlewat ya! sekalian kopi darat.
Tentang kuliah lagi atau kerja dulu, alhamdulillah ada peluang untuk Master By Research di UTP (Malaysia) insya Allah intake Januari. Sambil berharap yang terbaik, soalnya SHELL juga kayaknya nawarin kerjaan di Belanda sini. Ada pendapat? Coba tanya mas Anjar ah..
Oiya, Achmad Zaini Suparta katanya orang Tasikmalaya? duh malu-maluin aku ini. Ya Allah berikan petunjuk bagi bangsa Indonesia, Engkaulah Yang Maha Esa yang kami maksudkan di-Pancasila. Maka, lindungilah kami dari kebejatan dunia ini. Juga dari kedzaliman para pemimpin kami. Enyahkan para koruptor itu dari bumi Indonesia. (mulai ngelantur nih doánya: maklum weekend)
Kabar lanjutan tentang blue energy, fotonya bisa dilihat diblog Kang Rovicky. Sekaligus penjelasan resmi dari pemerintah tentang kenaikan harga BBM dari Kang Rovicky juga. Bisa diunduh di sini: Latar Belakang Kenaikan BBM versi Pemerintah
Aku bukan berarti sepakat akan kenaikan harga BBM, hanya memberikan wawasan agar mudah bagi kawan-kawan bersikap. Aku juga masih nunggu latar belakang penolakan BBM versi mahasiswa. Kalau kawan-kawan punya tolong beritahu aku.
Oiya, insya Allah akhir Juli aku mau maen ke tempat alang babega alias bang Empi Muslion yang lagi asyik membujang di Lyon (Perancis) dan sedang giat-giatnya juga nulis racauan Achmad Zaini Suparta orang kaya asal Tasikmalaya (masih katanya). ![]()
Salamhangat, Orang Tasik Asli Nih!!



