viagra

Refleksi 5 Pekan Menuju Indonesia

June 27, 2008 by bangzenk · 4 Comments
Filed under: Catatan Anak Manusia 

Final Piala Eropa 2008 beberapa hari lagi, rame atuh pastinya. Setelah mengalahkan Rusia, Spanyol akan menghadapi Jerman di final Vienna, 31 Juli 2008 nanti. Terlepas dari hasil pertandingan piala eropa 2008, akhirnya laporan tugas akhir beres juga.

Laporan tugas akhir kali ini bertemakan Nanoteknologi, apa itu Nanoteknologi? Hhm.. Insya Allah kapan-kapan aye jelasin. Sebagai pembuka mainlah ke Nanotechnology Blog. Itu blog kumpulan artikel bertemakan Nanotechnology dan Nanoscience. Hal baru? Tidak bagi para scientist ternyata. Read more

Kartini, Sebentuk Cinta Bunda

April 19, 2008 by bangzenk · 3 Comments
Filed under: Cinta, Indonesia, Syukur 

Sejenak, setelah membaca Aku tidak sehebat Kartini tulisan Kang Bamby. Tanpa terasa airmata jatuh, seolah mengerti akan perjuangan Kartini. Tapi bukan itu ternyata, airmata ini jatuh karena aku teringat Bunda. Kebersamaan kami tak begitu lama, karena sejak umur 8 tahun aku sudah tidak tinggal bersama Bunda. Meski sepekan sekali Bunda dan Papap menemui aku, kakak dan adikku yang tinggal di Tasikmalaya.

Hingga tahun 2001, Papap dan Bunda memutuskan untuk pindah kerja ke Tasikmalaya. Sebelumnya kedua adik laki-laki saya pun diserahkan ke Mamah (panggilan buat nenek) di Tasikmalaya sekitar tahun 1996-1997. Perubahan perekonomian keluarga nyaris tak bisa dihindarkan. Papap mungkin salah satu korban kebijakan Otonomi Daerah, dimana “Penguasa PNS” berpindah kepada Bupati selaku kepala daerah. Di saat yang sama, Tasikmalaya tengah memekarkan diri. Jadilah, Papap kerja di Kab. Tasikmalaya dan tinggal di Wilayah Kota Tasikmalaya. Kebetulan, Desa Cipawitra tempat kami tinggal termasuk kawasan perbatasan antara Kota dan Kab.

Bunda menjadi tenaga pengajar aka Guru Fisika, di salah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya. Oiya, Papap ditugaskan di Depdikcam Manonjaya. Surganya salak (buah). Hahahah.. Dan karena di pedalaman inilah Papap tiap pulang ke rumah (sekitar 1,5 jam perjalanan mobil pribadi) selalu membawa “oleh-oleh”.

Alhamdulillah, kami telah dipersatukan. Medio 2001adalah masa dimana aku tak bisa menahan diri, kegiatan sebagai aktivis organisasi perwakilan kelas di SMPN2 Tasikmalaya tak cukup menghalangi aktivitasku sebagai anak “bandel”. Rokok, wanita, mengisi hari-hari dan semakin tak produktif. Perkelahian demi perkelahian, ya Allah ampuni hamba..

Alhamdulillah, masih banyak sahabat yang bersedia mengingatkan. Salahsatunya Prima Almazini. Hingga akhirnya sebuah mimpi itu bermula, aku dan beberapa sahabat dekat mendaftar seleksi penerimaan Calon Taruna/Siswa SMA Taruna Nusantara. Singkatnya, aku tidak lulus di sana kemudian melanjutkan sekolah di SMAN 1 Tasikmalaya. Kuliah di POLBAN dan terbang ke Belanda. Aku tersenyum, teringat Steve Jobs.

Dan tanpa terasa, dari sekian waktu aku selalu saja menyusahkan Bunda. Malaikat yang telah melahirkanku. Separuh hidup Bunda digunakannya untuk merawatku, agar tumbuh menjadi seorang manusia.

Mengingat perjuangan Bunda dan Papap membuatku berpikir ulang untuk menahan airmata ini jatuh. Biarlah, sebagai bentuk rindu seorang anak pada kedua orang yang tak akan pernah tergantikan. Ya, Allah berikanlah mereka Surga-Mu. Bukan salah mereka jika aku jadi bengal. Maafkan aku, Rabbi..

Papap sampai hari ini masih berjuang melawan budaya tikus di birokrasi, terasing melawan kebijakan warisan penjajah dari “Raja” daerah. Beliau masih idealis, teringat pesan Beliau “Jaga Idealisme itu, Nak.. Karena jika tidak kita yang akan terbawa arus”. Sebuah kata-kata yang memacu aku untuk bisa bertahan. Melawan badai kegelisahan. Menguak tabir mimpi. Menjelang takdirku. Ya, Allah ridhoilah mereka.. jika aku menjadi baik, maka mereka adalah bagian dari kebaikan yang terpatri.

AKu sayang mereka, ya Allah. Saudara-saudara budiman ini foto keluarga kami. Keluarga Rame.

Kita tak pernah tahu, bahwa dalam do’a kedua orang tua kita selalu ada nama kita disebutnya. Tapi, mengapa angkuh hati seringkali lalai mendo’akan mereka. Bunda, Papap, Teteh, Neng, Aden, Apip, dan Mamah, semua yang mencintai kehadiran kita.

Irhamna.. Irhamna.. Irhamna.. Ya Allah..

Semoga hari Kartini, menjadi pengingat kita. Bahwa perjuangan Bunda, sebenarnya jauh lebih hebat dari Kartini.

Sebentuk Cinta untuk keluarga di Indonesia

Aku dan Teteh-Sebuah Risalah Cita

December 2, 2007 by bangzenk · 8 Comments
Filed under: Catatan Anak Manusia, Cinta 

“Kami dilahirkan bukan sekedar untuk mati”

Muhammad Rijal ARS, begitu nama saya biasa tertulis. Saya berasal dari keluarga sederhana, dan kerap kami menamakan “keluarga rame”. Saya anak ke-2 dari lima bersaudara. Lelaki tertua di keluarga, cucu laki-laki tertua di dua keluarga besar. Sejak usia 8 tahun, saya tinggal bersama nenek di Tasikmalaya. Entah atas alasan apa, orang tua saya menitipkan 3 dari 5 anaknya untuk tinggal bersama mamah (panggilan nenek). Sederhananya mungkin karena saya bandel di Bandung, tukang berkelahi (kepala sempat dijahit gara-gara berantem, he3.. J). Read more